Sri Mulyani: 'Pajak Miliki Pengaruh Besar Dalam Pembangunan' 

MALANGTODAY.NET – Menteri keuangan RI, Sri Mulyani menegaskan, pembangunan ekonomi Indonesia saat ini memang tidak hanya bertumpu pada perolehan pajak semata. Tapi meski begitu perolehan pajak harus tetap dimaksimalkan, terutama dengan adanya program Tax Amnesty. Pasalnya, pajak memiliki pengaruh besar dalam setiap pembangunan.

“Masyarakat selalu mempertanyakan, untuk apa membayar pajak? Sekarang coba saya sampaikan sedikit,” urainya.

Dicontohkannya, setoran pajak senilai Rp 1 Triliun, senilai dengan pembangunan sekolah aku kelas bagi sekolah dasar sebanyak 6.765 unit. Selain itu, SmRo 1 Triliun juga setara dengan pembangunan 50 rumah sakit, dan juga setara dengan tunjangan khusus bagi guru.

“Jadi selalu kembali untuk pembangunan negara,” ujarnya.

Dia menyebutkan, salah satu bentuk konkret adanya pembangunan dari hasil pajak adalah rencana pembangunan Universitas Islam Internasional di Jakarta. Anggaran dalam pembangunan itu membutuhkan dana sekitar Rp 4 Triliun. Sehingga, apabila masyarakat enggan membayar pajak, maka pembangunan sekolah dan perguruan tinggi yang bagus sangat mustahil.

“Kalau nggak bayar pajak, ya jangan bermimpi untuk memiliki kampus yang bagus. Uang untuk membangun tak langsung ujuk-ujuk, tapi berasal dari pajak dan bea cukai,” terangnya panjang.

Sementara selain pajak, menurutnya pembangunan sektor ekonomi di Indonesia ini menurutnya juga dipengaruhi oleh berbagai kebijakan ekonomi. Salah satunya pembangunan ekonomi berbasis digital (e-commerce) yang saat ini sedang banyak digandrungi banyak pengusaha di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, prosentase ekonomi berbasis digital ini memang belum maksimal. Tapi meski begitu, daya saing ekonomi bangsa ini tampak lebih baik dan sudah mengalahkan Filiina dan Brazil.

“Jadi kita jangan minder, harus percaya diri,” paparnya.

Tak hanya itu, di akhir acara, perempuan berambut pendek ini pun melakukan mannequin challenge bersama Rektor UMM sesaat setelah melakukan kuliah tamu. Bersama ribuan audience, DOMM UMM selama tidak kurang dari dua menit hening tanpa suara. Dengan menggunakan bando bertuliskan Amnesty, perempuan berambut pendek ini bergaya cantik di atas podium.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here