Jurang-Mayit-atau-Jurang-Klampok-di-Desa-Srigonco,-Kecamatan-Bantur-1
Foto: Jurang Mayit atau Jurang Klampok di Desa Srigonco Bantur (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Jurang Mayit atau warga sekitar menyebutnya jurang Klampok merupakan salah satu tanjakan jalur menuju tempat wisata Pantai Balekambang. Jurang ini terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Asal-usul nama jurang Mayit sendiri tidak diketahui sejak kapan dan siapa yang memberikan, tetapi sudah cukup populer di masyarakat. Justru orang-orang luar daerah atau pengendara yang lewat saja membuat istilah itu.

“Nama Jurang Mayit itu cuma julukan orang yang lewat saja mas. Kalau nama sebenarnya itu Jurang Klampok,” kata Sugianto, warga yang tinggal di sekitar Jurang Klampok kepada MalangTODAY.net, Jumat (24/02).

Terlepas dari julukan Jurang Mayit, orang yang melewati jalan tanjakan tersebut akan dibuat merinding dan ngeri dengan tikungan yang tajam. Selain itu jurang di pinggir jalan begitu curam. Sudah banyak kecelakaan terjadi di jurang ini dan tidak jarang kejadian tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.

Jurang-Mayit-atau-Jurang-Klampok-di-Desa-Srigonco,-Kecamatan-Bantur-1
                               Jurang Mayit atau Jurang Klampok di Desa Srigonco Bantur (Dhimas)

Percaya dan tidak percaya, hal-hal mistis pun tidak lepas dari pembicaraan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Beberapa orang memiliki pengalaman berbeda-beda.

“Sering mas di sini kalau kejadian gaib gitu, orang yang kecelakaan rata-rata bilang kalau mereka melihat sosok-sosok tidak kasat mata,” ujar Evi, pemilik warung kopi di sekitaran Jurang Klampok.

Evi menambahkan, kalau pernah datang paranormal yang datang ke jurang itu untuk mengusir sosok makhluk gaib. Katanya, penunggu jurang agak usil dan sering mengganggu pengendara yang lewat.

“Dulu di sini katanya ada pawonnya (dapur) makhluk gaib, tapi bisa di pindah sama orang pintar,” tambahnya.

Masih kata Evi, ketika hari sudah gelap pada malam-malam tertentu seperti, Kamis Kliwon, beberapa orang pernah melihat sosok perempuan dengan baju putih dengan rambut menutupi wajah membawa bantal naik turun jurang.

“Anak saya juga pernah melihat sosok kuntilanak, ada juga orang yang kecelakaan di sini gara-gara melihat sosok tinggi besar hitam di pinggir jurang,” katanya.

Menurutnya jika hendak melewati jurang ini, pengendara disarankan untuk mematuhi aturan dengan menggunakan gigi porseneling satu saat menanjak. Juga membunyikan klakson untuk sekadar memberi sinyal jika dari arah berlawanan ada kendaraan lain.

Akses jalan menuju wisata pantai di Malang memang rata-rata cukup sulit, banyak tanjakkan dan jurang yang curam. Saat ini kondisi jurang Klampok sendiri telah diperlebar untuk mempermudah akses para pengendara dan meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Para pengguna jalan seharusnya berhati-hati, karena sedikit lengah nyawa taruhannya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here