Solusi Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Kompos Oleh KKN UMM 55
Tim KKN 55 UMM saat sedang memberikan sosialisasi (istimewa)

MALANGTODAY.NET – Bagi sebagian masyarakat, limbah sampah bukanlah perkara yang mengkhawatirkan. Padahal, sampah dan limbah rumah tangga merupakan persoalan yang sangat menghawatirkan bagi lingkungan sekitar.

Hal inilah yang membuat hati tim KKN 55 UMM 2018 tergerak untuk melakukan program kerja dengan memanfaatkan sampah di Desa Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Divisi Ekonomi dan Kewirausahan bekerjasama dengan Divisi Kesehatan dan Lingkungan untuk mengadakan program Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga menjadi Pupuk Kompos.

Baca Juga: Ini Arti Nama Sedah Mirah Nasution, Cucu Kedua Jokowi

Kegiatan ini didukung secara penuh oleh Kepala Desa Bapak Syamsul Arifin dan dengan bimbingan dari Dosen Pelaksana Lapangan (DPL) Bapak Aminudin, S.Kom., M.Cs., dan Tim Pembimbing Lapangan (TPL) Bapak Rosim.

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Pupuk kompos adalah salah satu solusi pemanfaatan limbah rumah tangga yang terbuang sia-sia. Cara membuatnya pun tidak begitu sulit.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyediakan limbah rumah tangga kering maupun basah, kemudian disaring bersama campuran bakteri EM4, gula merah yang dicairkan dan bekatul sebagai fermentasi sampah.

Baca Juga: Konser di Indonesia, Judas Priest Undang Langsung Presiden Jokowi

Program ini melibatkan masyarakat setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani. Diharapkan program sosialisasi ini tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sosialisasi ini dibagi menjadi dua materi, yaitu pembuatan wadah pengomposan dari tong plastik yang ditujukan untuk bapak-bapak, serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos ditujukan untuk ibu-ibu.

Baca Juga: Ngakak Abis, 15 Profil Pengguna Tinder Ini Bikin Terpingkal-Pingkal

Dengan menggunakan alat yang sederhana, diharap masyarakat dapat mengkreasikan sendiri alat-alat apa saja yang akan digunakan untuk dipraktikan sendiri di rumah.

Baca Juga  Tidak Akan Ada Siswa di Kota Malang yang Luput dari Imunisasi Difteri

Menurut Muhammad Rizaldi Gobel selaku koordinator pelaksana, kegiatan ini bertujuan agar warga tahu tentang pengolahan limbah secara efisien, terutama limbah rumah tangga. “Kegiatan Sosialisasi ini sangat membantu masyarakat dalam pengurangan sampah rumah tangga yang terbuang sia-sia,” terang Rizaldi.


Penulis: Tim KKN UMM 55
Editor: Swara Mardika

Loading...