Soekandar 'Saya Tidak Merasa Dimarahi, Itu Hak Mereka'
Soekandar

MALANGTODAY.NET – Belum lama ini, publik kembali digegerkan dengan pemberitaan terkait diusirnya seniman kenamaan Malang, Soekandar ketika tengah menyumbangkan nada musik daunnya disebuah tempat tongkrongan. Pro dan kontra pun terus bergulir hingga hari ini guna melontarkan suaranya.

Namun ketika kembali dikonfirmasi pihak Malangtoday, seniman yang identik dengan rambut merahnya ini beranggapan kejadian yang dialaminya sabtu malam (15/10), kemarin itu sudah biasa. Bukan pertama kali ia dipandang sebelah mata, tapi itu menjadi hal biasa yang memang menjadi hak masing-masing individu.

“Saya nggak merasa dimarahi meskipun memang ada suara tidak enak sempat dilontarkan, karena itu adalah hak mereka, sebagai pemilik tempat,” ucap pria yang akrab disapa Cak Kandar.

Alumnus Seni Rupa Universitas Negeri Malang ini menyebutkan, menyumbangkan nada melalui musik daunnya itu adalah untuk menyalurkan jiwa seninya. Semua orang memiliki pendapatnya masing-masing. Karena baginya, dunia seni sifatnya luas dan tanpa ada batasan.

Baca Juga : Cak Kandar, Seniman Nyentrik Yang Diusir Saat Ngamen

“Semua bebas dan merdeka, kalau ada yang suka ya monggo kalau nggak suka ya nggak apa-apa,” terangnya.

Sebagai seniman nyentrik, lanjutnya, ia memang sering menjadi pusat perhatian. Bahkan, tak sedikit orang yang menganggap dirinya aneh, terutama dengan penampilannya. Tapi baginya, itu bukan sebuah masalah, karena itu bentuk ia berekspresi.

“Saya berkarya untuk membuat orang lain senang, karena ketika oranglain mendengarkan apa yang saya sampaikan dan ternyata senang, saya merasa sangat lega,” kata bapak tiga anak ini. (pit/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda