Malangtoday.net – Meskipun secara resmi telah ditutup semalam, Singhasari Literasi Festival masih terus digaungkan. Pasalnya, proses pencarian data masih akan terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk menggali lebih dalam lagi budaya dan sejarah dari setiap kerajaan yang ada di Indonesia, khususnya Kabupaten Malang.

“Untuk menjadikannya sebagai literasi terpercaya, maka kami butuh waktu yang tidak sedikit,” ungkap Kepala Disbudpar Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara.

Arya menyebutkan, festival yang akan menjadi agenda tahunan ini ditargetkan mampu menuai kematangannya di tahun ke lima. Artinya, sebuah literasi dalam bentuk buku siap dijadikan rujukan bagi siapapun yang ingin mengetahui sejarah kerajaan di Indonesia, khususnya Kerajaan Singhasari.

Sementara literasi yang dilakukan perdana dalam festival ini, lanjutnya, masih menjadi tahap awal. Di mana proses pematangan masih terus digodok melalui berbagai pendapat yang diutarakan para akademisi dan para ahli yang turut terlibat.

“Kegiatan selama tiga hari ini terbatas pada masukan dari para ahli. Tapi selanjutnya, data base yang kami dapat akan dirangkum untuk kemudian dirilis,” tambahnya.

Dia menyebutkan, penggalian data yang melibatkan banyak pihak ini sangat penting. Sebab, diperlukan regenerasi yang nantinya akan menjadi tonggak baru dalam setiap pencapaian sejarah.

“Kalau generasi lama sudah pensiun, siapa yang mengajarkan literasi ini pada penerus bangsa?,” tegasnya. (pit).

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda