MALANGTODAY.NET – Bertempat di Candi Jajagu Tumpang, penutupan Singhasari Literasi  Festival sore ini (1/10/16) ditutup dengan penuh makna. Refleksi kebesaran kerajaan Singhasari pun kembali diungkap. Puluhan praktisi dan akademisi dengan antusias mengikuti jalannya kegiatan ini.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko dalam sambutannya mengatakan, festival pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Malang ini diharapkan mampu terus meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat akan kekayaan budaya bangsa ini.

“Konteks sejarah saya harap akan lebih digali lagi, dan tidak berhenti dalam Singhasari Literasi Festival ini saja,” katanya.

Menurutnya, sejarah bukqn hanya sebagai catatan dan literasi belaka. Namun bisa menjadi sebuah pembelajaran yang seharusnya bisa membuat bangsa Indonesia semakin maju.

“Saya yakin, apa yang tertulis dalam setiap peninggalan sejarah bukan tanpa makna, pasti memiliki filosofi yang harus kita gali dan pelajari untuk diterapkan. Karena sejarah pasti akan berulang,” tambahnya.

Dia menambahkan, festival ini nantinya agar menjadi sebuah acuan baru bagi masyarakat, dan supaya disebar luaskan menjadi sebuah tulisan. Sehingga, masyarakat lebih terbuka mempelajari kebudayaan dan kejayaan bangsa ini.

Diakhir acara, festival pun ditutup dengan alunan musik indah dari Dawai Nusantara. Selain itu, sebuah penghargaan pun diberikan kepada seorang pemilik 12 pusaka bernama Hj Tohir atas upayanya dalam melestarikan benda pusaka Nusantara yang selanjutnya diserahkam kepada Museum Singhasari. (pit).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda