Malangtoday.net- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-71, Lanud Abd Saleh menggelar Simposium dengan Topik “Konsepsi Kepahlawanan ditinjau dari Sudut Pandang TNI dan Pemuda”, dengan pemateri Wakil Rektor UM, Prof. DR. Hariyono, M.Pd. dan Marsma (Purn) FX Hartono, bertempat di Gedung Cakrawala Lanud Abd Saleh, pada Selasa (04/10).

Simposium dihadiri 300 orang peserta . Undangan yang hadir terdiri dari para pejabat dan anggota Lanud Abd Saleh dan Insub, Camat  (Singosari, Jabung, Pakis), Kepala Desa  (Saptorenggo, Asrikaton, Dengkol dan Gunung Jati), Mahasiswa UM, UMM, para pelajar SMA 1 Lawang, SMK 1 Singosari dan SMK Penerbangan Angkasa Singosari serta para Purnawirawan.

Dalam sambutan Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, S.E., M.M., mengatakan simposium ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT TNI ke-71 sekaligus bertujuan untuk mengugah kesadaran generasi penerus baik dari kalangan TNI maupun pemuda.
“Arti kepahlawanan yang notabene nilai-nilai kepahlawan  ini mulai tergerus oleh perubahan jaman. TNI  lahir dari kancah pergolakan dan perjuangan rakyat dalam membela dan mempertahankan tanah air untuk merebut kemerdekaan. TNI lahir dari rakyat dan kembalinya untuk rakyat”, ujar Djoko yang disambut tepuk tangan gempita dari peserta yang hadir.

Untuk itu melalui peringatan HUT TNI ke 71 ini tema yang diusung adalah “Bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional siap mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.”. Diharapkan melalui simposium ini, akan dihasilkan pemikiran-pemikiran segar dan cerdas. Sehingga mampu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi TNI sekaligus bagi para pemuda.

“Saya juga berpesan, melalui momen yang baik ini marilah kita memulai mencintai apa yang kita punyai, dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai saat ini”, himbau Danlanud Abd menutup sambutannya.
Sementara Wakil Rektor UM, Prof. DR. Hariyono, M.Pd. selaku nara sumber menjelaskan tentang cara pandang terhadap kepahlawanan  memerlukan “penyegaran” perspektif yang apresiatif. Bukan pahlawannya yang ada harus yang diganti.

Sementara itu nara sumber lainnya, Marsma (Pur) Hartono, yang mengatakan bahwa kepahlawanan merupakan tindakan atau sikap kesatria yang dimiliki seseorang melalui sifat sifat keikhlasan, berani, perkasa, bertanggung jawab dan rela berkorban dalam membela nusa dan bangsa. Sifat-sifat kepahlawanan ini harus ditanamkan sejak dini bagi generasi penerus bangsa di tengah tengah pengaruh negatif dari kemajuan tehnologi yang berkembang sangat pesat sehingga tertanam bagi generasi penerus bahwa NKRI adalah harga mati. (rif)

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda