Ilustrasi Brenton Tarrant @stuff.co
Ilustrasi Brenton Tarrant @stuff.co

MALANGTODAY.NET – Pelaku aksi teror di New Zealand, Brenton Tarrant, akan disidang kembali pada Jumat (5/4/2019) besok. Namun, pengadilan setempat melarang media merekam maupun mengambil foto terdakwa.

Seperti dilaporkan New Zealand Herald via Detiknews, pada Kamis, (4/4/2019) bahwa Hakim Cameron Mander menolak permohonan yang diajukan media lokal maupun media asing untuk merekan dan memfoto persidangan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga integritas proses persidangan dan memastikan persidangan berjalan dengan adil.

Meski dilarang merekan dan mengambil foto, para jurnalis masih dipersilakan menghadiri sidang dan mencatat. Foto-foto terdakwa yang diambil di luar ruangan sidang wajib untuk diburamkan.

Perintah ini sebelumnya diberikan oleh Hakim Paul Kellar yang memerintahkan wajah terdakwa untuk sellau diburamkan.

Brenton Tarrant akan menjalani sidang di Pengadilan Tinggi di Christchurch. Tarrant akan dikenai total sebanyak 89 dakwaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Secara terperinci, dia akan menghadapi 50 dakwan pembunuhan dan 39 dakwaan percobaan pembunuhan.

Namun, dalam persidangan tersebut, kehadiran Tarrant hanya sebentar. Kendati demikian, pria 28 tahun ini akan hadir melalui video link dari tempat tahananya. Hakim juga akan memastikan posisi Tarrant akan diwakili oleh penasihat hukumnya.

Sebelumnya, Tarrant sudah melaksanakan sidang pada 16 Maret lalu dan dijerat satu dakwaan pembunuhan sebagai proses awal. Namun, Kepolisian setempat masih mempertimbangkan kembali, sebab seluruh korban tewas dan korban luka dalam teror tersebut. Kepolisian pun melakukan penyusunan dakwaan lanjutan.

Diketahui bahwa aksi brutal Tarrant ini terjadi di dua masjid di Christchurch, pada Jumat (15/3/2019). Dua masjid tersebut adalah Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dalam tragedi tersebut menewaskan 50 orang dan melukai puluhan orang lainnya. (Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.