MALANGTODAY.NET – Hari Hak untuk Tahu Sedunia diperingati lebih dari 60 negara demokrasi di dunia. RTKD pertama kali dideklarasikan di Sofia, Bulgaria, pada 28 September 2002.

Di Indonesia, Hari Hak untuk Tahu Sedunia mulai diperingati sejak 2011. Sejak tahun 2002, peringatan Hari Hak Untuk Tahu berkembang dan lebih variatif. Kini lebih dari 60 Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Komisi Informasi di lebih dari 40 negara di dunia merayakannya.

Dengan peringatan Hari Hak untuk Tahu, nilai-nilai yang selalu disosialisasikan yakni pertama, akses informasi merupakan hak setiap orang, kedua, informasi yang dirahasiakan adalah pengecualian dan ketiga, hak untuk tahu diaplikasikan di semua lembaga publik. Keempat, permohonan informasi dibuat sederhana, cepat dan gratis.

Kelima, pejabat pemerintah bertugas membantu pemohon informasi. Keenam, setiap penolakan atas permohonan informasi harus berdasarkan alasan yang benar.

Ketujuh, kepentingan publik bisa menjadi preseden untuk membuka informasi rahasia, setiap orang memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas putusan penolakan.

Kedelapan, badan publik harus mempublikasikan secara proaktif informasi tentang tugas pokok mereka. Terakhir, hak atas akses informasi ini harus dijamin oleh sebuah badan independen, di Indonesia melalui Komisi Informasi. (mga/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda