Satu Lagi, Sekolah di Malang yang Terapkan Full Day School
Ilustrasi Full Day School (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Wacana full day school nampaknya sudah banyak diterapkan beberapa sekolah kenamaan di Kota Malang. Satu yang paling baru adalah SMK 3 PGRI yang mulai menerapkan program ini pada semester genap yang dimualai per Januari ini.

Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, Lukman Hakim mengatakan, pelaksanaan program ini sebenarnya sudah direncanakan jauh hari sebelum adanya wacana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Setiap persiapan untuk sarana dan prasarana pun sudah disiapkan sejak satu tahun terakhir.

“Sejak masuk hari pertama kemarin, full day school sudah berjalan,” katanya pada Media beberapa saat lalu.

Menurutnya, dengan adanya program ini, maka porsi jam belajar siswa masih sama, dan tudak berubah. Dalam senin sampai jumat, siswa akan menempuh pelajaran selama 54 jam sebagaimana ketentuan. Sedangkan pada hari sabtu, siswa akan dibebaskan untuk berinovasi dan berkarya dengan mengikuti program ekstrakurikuler wajib dan tidak wajib.

“Jam masuk mulai pukul 06.50 WIB sampai 16.50 untuk hari senin sampai kamis, kemudian Jumat pulangnya pukul 11.20. Sedangkan sabtu ekstrakurikuler wajibnya mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 09.00 WIB,” tambahnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, di hari sabtu, juga dilakukan pendampingan kepada siswa yang memiliki nilai KKM rendah. Pendampingan dilakukan oleh setiap guru sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Menururnya, program yang mendapat apresiasi dari siswa dan orangtua siswa tersebut lebih mengacu pada peningkatan prestasi dan kreativitas masing-masing siswa. Karena dalam full day school, siswa memiliki ruang untuk mengekspresikan kemampuannya.

“Jadi kami optimis siswa akan semakin berprestasi dengan adanya program ini,” tambah pria ramah ini.

Selain itu, menurutnya program ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengimplementasikan kebutuhan jam belajar siswa. Pasalnya, pemerintah Provinsi Jawa Timur menghendaki angka kelulusan SMK meningkat. Atau minimal hanya lima persen saja siswa yang gagal UN tahun ini.

Dia menyebutkan, jam pelajaran untuk mata pelajaran utama Ujian Nasional seperti Bahas Indonesia, Matematika, dan Bahas Inggris porsinya ditambah. Untuk bahasa inggris yang semula hanya tiga jam menjadi enam jam, selanjutnya matematika saat ini menjadi sembilan jam dari yang awalnya tiga jam.

“Untuk Bahasa Indonesia masih sama tidak ada perubahan, tiga jam,” tuturnya.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here