MALANGTODAY.NET – Biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah untuk kebutuhan Ujian Nasional memang menjadi sorotan tajam bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Karena belum lama ini, muncul rencana, bahwa sekolah akreditasi A tidak akan diikutkan dalam UNAS. Bahkan, muncul pula opsi untuk meniadakan UNAS.
“Sekarang kan UNAS bukan lagi sebagai patokan dalam kelulusan siswa,” terang Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, P.HD kepada Media beberapa menit lalu.
Menurutnya, opsi tersebut belum final, dan masih terus dikaji sampai sekarang. Sebab, jika berkaca pada kebutuhan anggaran, UNAS selalu menelan dana sampai dengan Rp 500 juta lebih. Dana tersebut akan lebih relevan jika digunakan untuk pembangunan sekolah. Mengingat saat ini juga tidak sedikit sekolah yang mengalami kerusakan.
“Biayanya sangat besar, lebih baik kan digunakan untuk kebutuhan perbaikan dan fasilitas sekolah. Tapi kembali saya tekankan, ini masih opsi, belum final ya,” pungkasnya.
Loading...