Ovan Tobing salah satu pendiri klub Arema saat menyambangi rumah duka di kawasan Sukun, Kota Malang @ist
Ovan Tobing salah satu pendiri klub Arema saat menyambangi rumah duka di kawasan Sukun, Kota Malang @ist

MALANGTODAY.NET – Arema FC turut merasakan duka atas meninggalnya Rudy Satrio Lelono, atau sosok yang sering disapa sam Idur. Walaupun jauh dari publikasi media, Almarhum Rudi selalu memberikan sumbangsih besar kepada tim sepak bola kebanggaan masyarakat Malang tersebut.

Sosok penulis, pencipta lagu, serta budayawan Malang ini adalah orang dibalik lahirnya logo tim sepak bola Arema FC. Mulai era Galatama hingga saat ini, logo Arema FC buatannya masih menempel pada jersey Hamka Hamzah dkk.

“Logo klub Arema saat ini memang yang membuat adalah Almarhum Idur,” ujar Ovan Tobing, salah satu pendiri klub Arema FC saat menyambangi rumah duka di kawasan Sukun, Kota Malang.

Ovan pun sangat mengapresiasi atas jasa almarhum selaku orang yang membuat logo klub Singo Edan tersebut. Selain itu, menurutnya,  Sam Idur juga turut andil mengantarkan Arema sebagai klub sepak bola yang unggul di dunia persepakbolaan Indonesia.

“Inilah saatnya kita harus menjelaskan kepada publik, ‘iki lo wonge’ (ini loh orangnya pencipta logo Arema) dan dia sudah tidak ada. Dia tidak minta apa-apa dari Arema. Dia hanya merasa sangat bahagia bahwa logo awal itu muncul kembali meskipun ada perubahan desain yang lebih kekinian,” terangnya.

Penghargaan Khusus

Ia berharap jasa almarhum yang tak ternilai harganya itu juga perlu diberi penghargaan khusus. penghargaan khusus tersebut berupa tidak lagi ada pergantian logo dan perdebatan di masa mendatang.

“Saya mengharapkan, inilah saatnya kita memberi penghargaan pada beliau. Janganlah diganti logonya. Dan tidak perlu diperdebatkan, karena orang pertama yang membuat ini sudah tak ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ovan juga berharap kepada pemerintah, agar memperhatikan juga memberikan penghargaan atas jasa-jasa almarhum semasa hidupnya.

“Malang kehilangan salah satu pemikir, di musik, di acara-acara budaya Malang. Harusnya sosok seperti beliau ini mendapat nilai lebih dari pemerintah,” tukasnya.

Sebagai informasi, jenazah almarhum Rudy Satrio Lelono telah dimakamkan pada Sabtu (23/3/2019) pagi. Almarhum meninggal di usia 59 tahun, setelah sebelumnya sempat menjalani masa kritis di rumah sakit. (Faj/Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.