Saat Go-Jek Tidak Lagi Menghijaukan Kota Malang
Ilustrasi Saat Driver Go-Jek Berkumpul @MalangToday.net/Saiful

MALANGTODAY.NET – Ojek online salah satunya Go-Jek di Kota Malang mendadak sirna pasca demo para sopir angkot dan taksi konvensional. Sejumlah titik pangkalan yang biasa untuk nongkrong para driver Go-Jek juga sudah tidak terlihat lagi.

Konstum dan helm dengan warna hijau menyala juga tidak ditemukan di jalanan Kota Malang. Padahal sehari-hari, ojek dengan fasilitas pemesanan lewat Android itu selalu mewarnai jalanan Kota Malang.

Namun masyarakat bukan berarti tidak bisa mendapatkan fasilitas Go-Jek, karena mereka tetap beroperasi kendati tidak mengenakan aksesoris yang selama ini menjadi trade mark. Bahkan para driver Gojek tampil dengan gaya apa adanya.

“Saya naik Gojek dari Karanglo Indah ke Tlogo Mas. Memang tampilannya berbeda, tidak pakai jaket dan helm hijau. Orangnya juga pakai sendal jepit,” kata Faiz Ayu, Jumat (24/2).

Kata Faiz, selain mengenakan sendal jepit, drivernya juga tidak terlihat memperlihatkan handphone Androidnya. Karena selama ini, biasanya handphone mereka diletakkan atau ditempel di sekitar setir sepeda motor.

Dari sisi pelayanan tidak terjadi perubahan, tetapi memang harus janjian soal baju atau jenis sepeda motor yang dikenakan drivernya, agar bisa mengenali. Selebihnya masih seperti biasanya, termasuk urusan tarif yang dikenakan.

“Tarifnya Rp 18 Ribu. Seperti biasa,” kata Faiz, yang mengaku naik Go-Jek saat kepentingan tertentu saja.

Faiz merasa terbantu dengan Go-Jek, karena kemudahan pemesanannya. Rumahnya yang berada di komplek perumahan membuatnya kesulitan untuk mencari angkutan, apalagi saat kebutuhan mendesak.  Akan tetapi untuk kegiatan sehari_hari tetap menggunakan angkutan umum.

“Kata drivernya hanya seminggu saja, untuk menghindari gesekan dengan sopir angkut,” katanya menirukan.

Sejak Senin (20/2), tepatnya setelah terjadi demo para sopir angkutan kota (angkot) Kantor Gojek di Jalan LA Sucipto ditutup lantaran dianggap tidak resmi. Pihak Go-Jek dianggap memenuhi izin lengkap, karena hanya memiliki izin gangguan.

“Sementara waktu, kantor Go-Jek ditutup dan dinonaktifkan,” kata Kusnadi, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) saat keluar dari Kantor Gojek bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jarot Eddy Sulistyono, Senin (20/2).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here