MALANGTODAY.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H.M Ridwan Hisjam, Sabtu (29/10) pagi ini turut menghadiri wisuda Politeknik Negeri Malang. Dalam sambutannya, ia menyebut pendidikan vokasi memiliki peran besar dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di mana pendidikan vokasi dan para alumni memiliki peran dalam persaingan ketat MEA.

Menurutnya, MEA  merupakan integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara ASEAN yang tujuannya untuk memperkecil kesenjangan antar negara ASEAN dalam hal pertumbuhan perekonomian dengan meningkatkan ketergantungan anggota di dalamnya.

Dengan adanya MEA, lanjutnya, kesempatan kerja menjadi lebih luas. Dengan berbagai keahlian yang dimiliki, maka kesempatan mencari pekerjaan di luar negeri sangat terbuka. Namun meski ada kesempatan, tentu ada tantangan yang sangat besar. Salah satu tantangannya adalah terkait tingkat pendidikan dan produktivitas Indonesia yang masih kalah dengan negara-negara ASEAN.

Menanggapi itu, peran perguruan tinggi vokasi dalam hal ini menurutnya juga sangat penting, terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, hal strategis yang bisa dilakukan dalam menjawab peluang MEA diantaranya melakukan sosialisasi terhadap peluang dan ancaman MEA, memperbanyak pendidikan vokasi profesi dan kompetensi. Sehingga menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi setiap tantangan.

“Selain itu, pendidikan vokasi politeknik juga diharapkan mampu melakukan pembinaan kepada pendidikan vokasi yang ada di bawah politeknik, yaitu SMK dan akademisi komunitas.

Di sisi lain, memperbaiki kurikulum, sistem, fasilitas, dan tenaga pendidikan menurut Ridwan juga sangat penting. Sebab, semua bisa saling mendukung dan adaptif dalam menghadapi ancaman masuknya tenaga asing yang lebih berkompetensi.

“Selain itu, Politeknik Negeri Malang diharapkan juga bisa membangun karakter mahasiswa yang intinya tidak hanya menyiapkan pekeeja, tapi juga menciptakan wiraswasta,” paparnya.

Polinema memiliki potensi besar dalam membangun pusat pengembangan karir yang memaksimalkan fungsi dengan memperkuat komunikasi Polinema dengan dunia kerja dan dunia usaha. Sehingga dapat menjembatani komunikasi antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja.

“Tentunya juga harus tetap memperhatiakn kompetensi yang dimiliki,” paparnya.

Berikan tanggapan Anda