MALANGTODAY.NET – Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam pagi tadi turut menghadiri prosesi wisuda terhadap 1545 wisudawan. Sebagai tamu undangan khusus, ia juga sempat menyampaikan orasinya dihadapan para wisudawan.

Dalam sambutannya, ia mengatakan, IKIP Budi Utomo (IBU) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat dinamis dengan perubahan, terutama di era globalisasi seperti saat ini. Konsekuensi dengan pandangan tersebut membuat alumni IBU mampu mengetahui tantangan di masa depan dan prediksi yang akan terjadi di masa depan.

Dia menyebutkan, dalam sejarahnya, IKIP Budi Utomo sebagai Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) tentu harus lebih peka terhadap kondisi eksternal serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai perubahan dalam sistem pendidikan.

“Sebagak LPTK, IBU memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat besar, karena akan turut membina bangsa melalui pendidikan tingkat dasar dan menengah,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan, di era demokrasi dan globalisasi seperti sekarang, lembaga pendidikan seperti IBU ini diharapkan mampu merespon perubahan sosial yang mengarah pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Dia menambahkan, pendidikan di Indonesia masih menyisakan banyak permasalahan. Diantaranya mahalnya biaya pendidikan, rendahkan kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, dan rendahnya prestasi siswa.

“Karena saya berada dihadapan ribuan calon guru, maka saya akan lebih menyoroti pada rendahnha kualitas guru,” tambahnya.

Selain itu, dia juga menyebutkan, keadaan guru di Indobesia masih banyak yang memprihatinkan, terutama dalam mengemban tugasnya untuk memberi pendidikan serta pembelajaran kepada muridnya. Bahkan, sebagian guru dinyatakan tidak layak untuk mengajar.

Dicontohkannya prosentase guru untuk kelayakan mengajar dalam tahun 2007/2008, untuk guru SD yang layak menjar hanya 20,55 persen (negeri) dan 38,48 persen untuk swasta. Untuk SMP 72,88 persen (negeri) dan 69,13 persen swasta. Dalam skala SMA, guru yang dinyatakan layak mengajar hanya 87,11 persen (negeri) dan 81,67 persen (swasta). Sedangkan SMK yang layak mengajar 79,20 persen (negeri) dan 75,79 persen (swasta). Perguruan Tinggi 61,03 persen (negeri) dan 39,51 (swasta).

“IBU memiliki kontribusi besar dalam membangun bangsa, karena pendidikan memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa. (mmg)

Berikan tanggapan Anda