MALANGTODAY.NET – Gelaran Jambore Santri Nahdlatul Ulama (NU) 2016 digelar di lapangan Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Jum’at (21/10) sore. Gelaran ini diikuti sebanyak 1500 peserta dari perwakilan Pramuka di tingkat Sekolah Dasar atau MA dan SMP atau MTS di bawah naungan Yayasan Ma’arif se-Kabupaten Malang.

Kegiatan yang diadakan sebagai rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional itu akan digelar selama tiga hari mulai pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2016.

Hadir sekaligus membuka acara adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Abdul Malik SE. M.Si. Selain itu  tampak di tribun kehormatan sejumlah tokoh di ataranya Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Malang, Ketua MUI Kabupaten, Muspika Kecamatan Ngajum dan jajaran pengurus ormas di bawah NU Kabupaten Malang.

Dalam sambutan Bupati Malang yang dibacakan oleh Sekda, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini merupakan suatu respon positif dari NU Kabupaten Malang atas perkembangan bangsa dan negara akhir-akhir ini. Khususnya dalam bidang keagamaan serta pendidikan yang pengaruhnya juga meluas hingga berdampak pada sektor atau bidang lainnya,” terangnya.

Menurut Sekda dampak dari globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa perubahan yang sangat masif terhadap berbagai sendi kehidupan bangsa-bangsa di dunia, tak terkecuali pula dampaknya dirasakan oleh negara-negara yang penduduknya mayoritas umat Islam, termasuk Indonesia.

“Pertarungan kepentingan, perebutan sumber-sumber daya seperti ekonomi, kekayaan alam, sosio-culture dan power hegemoni juga telah merambah hingga ke tingkat akar rumput, yang akibatnya dapat kita lihat dengan semakin bergesernya nilai-nilai di masyarakat yang semakin jauh dari ajaran Islam,” katanya.

Disampaikan pula oleh Sekda bahwa dalam perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dari awal kemerdekaannya telah memegang teguh ideologi Pancasila yang didalamnya juga terkandung ajaran Islam yang murni sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

“Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosio-keagamaan terbesar di Indonesia, selama ini memang telah terlibat aktif dalam pembentukan konstruksi nation-state dan pembangunan karakter (character building) masyarakat Indonesia. Tetapi peran yang telah dilakukan tersebut, guna menghadapi perubahan zaman tentunya harus semakin ditingkatkan,” jelasnya.

Sekda berharap Jambore Santri Nahdlatul Ulama 2016 ini dapat dijadikan sebagai metode alternatif pembelajaran bagi para santri, sekaligus juga sebagai media silaturahmi diantara para santri serta yang tak kalah pentingnya dapat dijadikan sebagai media hiburan di tengah kesibukan pembelajaran. (hum/ind)

Berikan tanggapan Anda