MALANGTODAY.NET – Banjir yang disertai longsor yang melanda beberapa titik di Kabupaten Malang pada Minggu (09/10), setidaknya mengakibatkan putusnya akses jalan antar desa. Seperti yang terjadi di akses badan jalan lingkar S dari Desa Sonowangi menuju Desa Lebakharjo.

Dampak terputusnya akses, untuk sementara lalu lintas dari Desa Sonowangi menuju Desa Lebakharjo dialihkan melalui Pronowijo. Karena kondisi jalan juga tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

Menganggapi hal ini, Bupati Malang H. Rendra Kresna mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi sangat sulit dihindari, mengingat daerah-daerah tersebut memang berada di lembah.

“Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah evakuasi, karena kontur daerahnya memang lembah dan bukit, jadi sangat rentan terjadi banjir saat volume hujan tinggi,” ujar Rendra saat ditemui Malangtoday.net di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Selasa (11/10).

Selain itu, ungkap Rendra, penyebab utama adalah kondisi bukit yang ada di seberang lembah tersebut kondisi hutannya sudah memprihatinkan. Ada beberapa wilayah hutan yang juga beralih fungsi menjadi lahan jagung.

Tidak ada cara lain untuk mengantisipasi kecuali dengan reboisasi, dan mengembalikan fungsi hutan sebagai penyanggah kawasan. Untuk itu, Rendra berharap partisipasi masyarakat untuk turut serta menjaga hutan yang ada.mengingat dampak yang ditimbulkan dari banjir sangat merugikan masyarakat sendiri.

“Untuk penanganan hutan gundul, itu tugas Perhutani. Karena selain itu wilayah kerjanya, juga dianggap paling tahu soal jenis tanaman apa yang baik untuk kawasan tersebut. Dan jangan ada lagi hutan yang ditanami jagung,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, Rendra mengungkapkan belum bisa melakukan pembangunan atas infrastruktur yang rusak, karena persoalan musim. Untuk saat in imembangun jembatan ataupun plengsengan juga tidak mungkin dilakukan. Harus menunggu kemarau, atau setidaknya saat intensitas hujan rendah. (ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda