Foto : Pengobatan gratis yang dilakukan Assa Rent (yoga)

MALANGTODAY.NET – Assa Rent menggelar kegiatan pengobatan gigi gratis untuk masyarakat di Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 18 April 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Dusun Bajulmati ini diikuti oleh puluhan warga sekitar.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan program Corporate Social Responbility (CSR) dari Assa Rent Cabang Surabaya. Dengan tema Healthy Teeth, Happy Tummy (Dental Health Education), Assa Rent juga mengajak anak-anak hingga orang dewasa memahami cara merawat gigi dengan baik dan benar.

Dalam acara yang digelar sejak pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB ini, Assa Rent menggandeng sejumlah pihak. Mulai dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Brawijaya (UB) serta dua dokter spesialis gigi yaitu drg Ahmad Afif Dzulfikar dan drg Ricko Putra Yuwanda.

Koordinator pelaksana kegiatan, Karina Pradipta Ananda mengatakan sumber daya alam di kawasan Dusun Bajul Mati sebenarnya sangat melimpah. Namun dia menilai pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam di wilayah tersebut masih kurang karena minimnya edukasi.

“Salah satu alasan edukasi dan ekonomi yang minim di dusun ini karena aksesnya yang lumayan jauh dan sulit dari pusat kota,” katanya.

Karin, sapaan akrabnya, menambahkan selama ini Dusun Bajulmati telah beberapa kali mendapatkan pembinaan dari sejumlah instansi maupun pihak akademisi. Namun, pembinaan tersebut hanya terfokus pada masalah sumber daya alam, bukan pada bidang kesehatan.

“Maka dari itu kegiatan CSR ini diperlukan untuk melengkapi jenis binaan demi kemajuan desa ini,” ujarnya.

Foto : Pengenalan tentang Assa Rent (yoga)

Dalam kegiatan ini, Assa Rent memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang perawatan gigi yang baik dan benar. Selanjutnya, masyarakat pun diberi pengobatan gigi gratis, mulai dari pengecekan gigi, tambal gigi, cabut gigi serta memberikan resep obat.

Sementara itu, drg Ricko Putra Yuwanda menjelaskan bahwa kegiatan pengobatan gratis yang diadakan Assa Rent ini perlu diadakan secara rutin. Sehingga masyarakat di pelosok desa yang mimim pelayanan kesehatan bisa mendapatkan pelayanan yang lebih layak.

“Kondisi gigi masyarakat disini di tingkat sedang menuju parah. Mayoritas karang gigi. Itu bisa jadi karena mereka banyak mengkonsumsi kopi, rokoh dan teh namun cara sikat gigi yang mereka lakukan salah,” jelasnya.

Salah seorang warga, Novia Zuli Nur Yasmin, mengaku senang dengan kegiatan pengobatan gigi gratis yang diselenggarakan oleh Assa Rent ini. Sebab, setelah mendapatkan pengobatan, Novia mengaku karang pada giginya dapat disembuhkan.

“Saya menderita karang gigi sejak tiga bulan ini dan belum pernah periksa ke dokter. Rasanya di gigi kasar dan sakit kalau kena lidah. Setelah diobati disini karang gigi saya sudah hilang dan gigi saya sembuh,” terang ibu rumah tangga ini.

Wanita 23 tahun ini menyebutkan selain mendapatkan pengobatan gratis, dia pun juga mendapat penjelasan terkait penyakit karang gigi. Dia berharap kegiatan pengobatan gigi gratis ini diadakan secara rutin di wilayah tempat tinggalnya.

“Kata dokter tadi karang gigi saya karena banyak minum kopi dan minuman dingin-dingin. Semoga tahun depan ada lagi dan alat-alat pengobatannya lebih lengkap lagi. Karena baru ini ada pengobatan gigi gratis disini,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana Himalogista Mengabdi, Yusron Abdullah mengatakan kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi warga Dusun Bajul Mati. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan Assa Rent, Yusron berharap warga dapat menerapkan cara perawatan gigi pada kehidupan sehari-hari.

“Warga banyak yang excited karena bisa nambah pengetahuan juga. Disini belum ada internet, jadi kalau ada warga yang tidak tahu bisa bertanya langsung. Semoga Assa Rent semakin maju dan banyakin kegiatan-kegiatan kayak gini,” kata mahasiswa semester 4 itu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.