Puluhan Truk Tebu Mogok Lakukan Aksi Damai
Aksi damai yang dilakukan di sepanjang jalan depan PG Kebonagung (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – DPD Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) wilayah kerja PG Kebonagung melaksanakan aksi damai di Jalan Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji.

Aksi damai tersebut melibatkan kurang lebih 90 truk pengangkut tebu yang melakukan mogok di sepanjang jalan depan PG Kebonagung pada, Kamis (24/8). Aksi tersebut juga sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Ketua DPD APTRI wilayah kerja PG Kebonagung, Dwi Irianto mengatakan ada beberapa hal yang melatar belakangi aksi damai tersebut, diantaranya adalah pengenaan Pajak Penambahan Nilai (PPN) 10 persen terhadap gula petani.

“Jadi karena gula petani ini dikenakan PPN 10 persen, maka itu merugikan kami. Belum lagi adanya HET 12.500 rupiah, dan juga adanya peredaran gula kristal putih impor yang membanjiri pasar-pasar sehingga gula kita tidak laku, ini yang melatar belakangi kami melakukan aksi,” ujar Dwi Irianto kepada awak media.

Dwi menambahkan jika keadaan tersebut terus berlanjut, petani mengancam tidak akan mengirim tebu ke pabrik gula dan membiarkan tebu tidak dipanen. Pasalnya, petani merasa kecewa karena selama ini harga beli tebu masih sangat rendah.

Damai Truk Tebu (2)

“Kalau memang masih begini kami bisa menghentikan petani, kami gak akan nebang lagi, kita biarkan saja karena tebang pun akan rugi,” tegasnya.

Petani tebu sendiri saat ini merasa resah dengan perederan gula impor di pasaran. Gula impor dianggap menjadi salah satu penyebab harga gula dari petani tebu lokal dihargai sangat murah.

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.