MALANGTODAY.NET – Dalam kuliah tamu bertemakan revolusi mental yang diselenggarakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menyampaikan agar perguruan tinggi senantiasa menjadi garda terdepan dalam perubahan revolusi mental. Pasalnya, perguruan tinggi sebagai agent of chance memiliki tanggungjawab besar terhadap pembangunan karakter sebuah bangsa.

"Karakter bangsa lah nanti yang akan mewujudkan arah bangsa ini akan dibawa ke mana," katanya.

Menurutnya, pembinaan karakter bangsa harus menjadi tanggungjawab setiap kalangan. Sebab, Indonesia saat ini dapat dikatakan sedang dalam masa krisis identitas. Karakter negara sebagai bangsa yang bergotong royong mulai luntur dan ditinggalkan, sebagai akibat dari besarnya ideologi serta egoisme masing-masing individu.

Padahal, lanjut Puan, Indonesia berjaya dan menjadi besar dengan adanya prinsip gotong-royong. Itu sebabnya, revolusi mental perlu untuk dibangun kembali. Sehingga, cita-cita bangsa untuk mensejahterakan masyarakat akan semakin dekat.

Cucu presiden pertama RI ini menambahkan, revolusi mental ini merupakan sebuah pondasi penting yang bertujuan menanamkan rasa percaya diri dan meningkatkan kreativitas bangsa, agar bangsa ini memiliki daya saing, daya juang, serya etos kerja yang lebih baik lagi.

"Nantinya, bangsa ini akan dengan mudah bersaing dengan segala perubahan yang aterjadi secara global," jelasnya. (pit)

Berikan tanggapan Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here