MALANGTODAY.NET – Beberapa hari lalu, salah satu warga penerima program bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umun (PU), yang merupakan warga Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, mengaku diminta pihak yang mengaku dari pelaksana program Bedah Rumah untuk membayar Rp 5juta setiap rumahnya.

Mendengar kabar tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DinPU) Kota Malang, Jarot E. Sulistyono menegaskan jika program dari pusat tersebut adalah program tidak berbayar, “Itu gratis, semua dana dari pusat, tidak ada bayar-bayaran,” tegasnya beberapa menit lalu.

Jarot menghimbau kepada warga yang diminta untuk membayar agar melaporkannya kepada Kelurahan setempat atau langsung ke Dinas PU, “Kita akan lihat dulu siapa yang meminta biaya tersebut, yang jelas tidak ada biaya apapun untuk warga yang rumahnya diperbaiki,” lanjut Jarot.

Jarot juga mengatakan, saat ini jumlah rumah yang menerima bantuan Bedah Rumah sebanhak 196 rumah, dan masih berfokus di Kecamatan Sukun.

“Kuotanya 196 rumah yang diperbaiki, semuanya dikecamatan Sukun, untuk programnya sendiri secepatnya akan kita selesaikan,” tutup pria berkacamata tersebut.

Berikan tanggapan Anda