MALANGTODAY.NET – Guna meningkatkan produktifitas guru SMK, pemerintah melalui Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Mendikbud RI ini menggelar program alih fungsi guru. Program ini mendapat sambutan positif dari para guru SMK, terutama mereka yang menginginkan peningkatan kualitas dalam mengajar.

Waka Sarana dan Prasarana SMKN 12 Malang, Arik Harianto, mengatakan program ini banyak diikuti para guru. Karena selain untuk memenuhi kebutuhan dan peningkatan kualifikasi, keikutsertaan ini juga mampu menambah pengetahuan setiap guru.

“Apalagi program ini gratis, dan sudah langsung dapat sertifikat, jadi kami senang saja,” katanya.

Tak hanya itu, Arik juga menyebutkan, program serupa juga sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Dimana bimbingan diberikan kepada guru selama kurang lebih satu tahun. Setelah mengikuti prlatihan, guru pun dapat memilih untuk mengajar ilmu yang baru didapat, ataupun memilih tetap mengajar sesuai dengan ijazahnya.

“Tapi itu dulu, kalau sekarang belum tahu,” paparnya.

Menurutnya, dengan adanya program ini, kefektifannya masih dipertanyakan. Sebab, ketika guru SMK menghendaki untuk ikut serta dalam program alih fungsi, maka akan ada kekosongan untuk sementara waktu. Sehingga, sekolah pun harus kembali mencari sumber daya manusia (SDM) baru, yang kemungkinan juga tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.

“Siklusnya akan seperti itu, karena untuk menutupi kekosongan. Jadi mungkin nanti akan ada program baru yang lebih efektif,” pungkas pria ramah ini.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda