MALANGTODAY.NET – Malang yang memilki puluhan kampus dan lembaga pendidikan tinggi selayaknya bertanggungjawab pada perkembangan seni budaya masyaratnya.

Terutama kampus-kampus yang memiliki jurusan kesenian. Hal itu diungkapkan Ponimin, salah seorang seniman seni keramik yang juga dosen Seni Rupa di Universitas Negeri Malang, di sela-sela pamerannya pada art east ism #2 di Universitas Negeri Malang, pada Senin, (10/10).

Lebih lanjut Ponimin menuturkan, sikap kreatif Kota Malang butuh lebih dikondisikan dengan mengoptimalkan lembaga-lembaga kesenian yang ada.

“Malang bukan kota industri, dan memiliki akar budaya yang kuat. Sehingga harus didukung secara akademik.  Caranya, dengan menigkatkan apresiasi masyarakat kota Malang pada kesenian,” ujarnya.

Sehingga ke depannya, Malang bisa memiliki lembaga pendidikan kesenian yang kota-kota sentra budaya yang lain, seperti Jogjakarta dan Bali.

Lembaga pendidikan seni budaya memegang peranan penting dalam membentuk apresiasi yang tidak hanya berbasis kajian, akan tetapi lebih pada karya kreasi nyata.

“Memang tidak selalu kita harus punya Institut Seni, akan tetapi pengkondisian masyarakat bisa dilakukan dengan memanfaatkan lembaga-lembaga yang ada,” ujarnya menambahkan.

Selanjutnya, Ponimin menerangkan sebuah konsep patungnya yang dipamerkan dalam pameran art east ism #2, berjudul Ikhlas tanpa batas.

Sebuah sosok patung dari keramik setinggi 3 meter yang terdiri dari rangkaian butiran kecil yang disambung dengan tali nilon menggambarkan kekuatan seorang ibu.

“Ibu dalam sosok ini adalah ibu pertiwi, dalam lingkup yang lebih kecil bisa diartikan Kota Malang juga. Seorang ibu yang memiliki kadar keikhlasan sangat tinggi, ia bahkan tidak pernah mengeluh tentang apapun,” begitu ia memaparkan karyanya.

Ia memilih material tanah dalam pembuatan patungnya, juga dimaksudkan sebagai penggambaran jiwa ibu yang liat dan kuat.

Menurutnya, saat ini hakikat dan peranan sang ibu, sebagai sosok perempuan ada potensi mengalami reduksi dengan berbagai isu feminisme dan karir. Dengan karyanya ia mencoba menggugah kembali hal itu. (ind)

Berikan tanggapan Anda