Polres Malang Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Jajaran Polres Malang berhasil menggagalkan transaksi ilegal jual-beli baby lobster, yakni jenis lobster yang dilindungi.

Penangkapan terjadi di dua lokasi berbeda yakni pada Jumat (03/02) di Desa Balearjo, Kecamatan Puwodadi, Kabupaten Malang. Petugas berhasil menangkap 3 tersangka berinisial RN, AS dan HWS dan disita kurang lebih 250 ekor baby lobster.

Berikutnya kembali berhasil ditangkap tersangka SGT, DCK alias BB, ACP dan SKT. Mereka ditangkap di Desa Sumbertangkil Kec. Tirtoyudo Kabupaten Malang pada Sabtu (04/02). Dari para tersangka disita berupa tas warna hitam abu-abu yang di dalamnya berisi 4 (empat) buah kantung plastik.

Kantong tersebut berisikan masing-masing 400 (Empat Ratus) ekor baby lobster ukuran kurang lebih 1-2 cm.

Baby Lobster

“Kita berhasil mengungkapkan tindak pidana perikanan berupa penangkapan tersangka penyelundupan baby lobster,” kata AKBP Yade Setiawan Ujung, Kapolres Malang, Rabu (15/2).

Modus operandi pelaku ACP dan DCK memberikan fasilitas berupa tabung oksigen berukuran sedang dan kantung plastik kepada SGT dan SKT. Selanjutnya mereka membeli baby lobster dari nelayan dan dikirim kembali ke ACP dan DCK.

“Berdasarkan kebijakan pemerintah membangun sumberdaya maritim, khususnya yang dilindungi.” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan.

Terkait kasus ini tertuang dalam Pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan JO Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 Tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), Rajungan (Portunus spp).
Pelaku diacam hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here