MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Larangan membawa kendaraan pribadi bagi siswa memang sudah sering menjadi omongan publik. Tapi sampai hari ini, penyelesaian pro dan kontra dari problem itu pun tak kunjung ditemui. Menanggapi itu, Kasi Kurikulum Dindik Kota Malang, Budiono pun angkat bicara.

Pria ramah ini mengatakan, siswa di bawah umur dalam peraturan undang-undang memang tidak diperbolehkan berkendara sendiri. Karena selain berbahaya bagi keselamatannya, pengendara di bawah umur juga ditakutkan akan membahayakan pengendara lain.

“Kalau sekedar imbauan larangan berkendara sangat kurang bijak. Ada baiknya juga diberi solusi bagi para siswa,” katanya.

Menurut Budiono, solusi yang bisa diberikan mungkin terkait dengan fasilitas yang dapat dimanfaatkan para siswa, utamanya perihal transportasi umum. Karena sejauh ini, yang menjadi keluhan masyarakat dan para siswa adalah kendaraan umum yang pelayanannya kurang maksimal.

Dicontohkannya untuk mobil angkot misalnya, yang suka ngetem dengan waktu yang lama. Sementara para penumpang menginginkan untuk segera sampai pada tujuan.

“Mungkin Dinas Perhubungan bisa mengimbau para sopir angkot agar terus mobile, nggak usah pakek ngetem segala,” tambahnya.

Tak hanya itu, transportasi massal khusus untuk antar jemput siswa juga sangat disarankan. Diharapkan, jumlah bus sekolah bisa lebih diperbanyak lagi.

Namun di sisi lain, lanjutnya, solusi yang diberikan tidak jarang membuat publik salah paham, dan mengerucut pada pendapat yang berbeda. Karena di sisi lain, roda perekonomian bergerak dalam bidang transportasi massal ini.

“Waktu meresmikan bus sekolah saja saya pernah diuber-uber orang,” guraunya.

Dia berharap, pemerintah lebih jeli dan bisa menjalin kerjasama lebih baik lagi dengan berbagai lapisan. Selain itu, sekolah juga bisa memberi berbagai solusi lain, seperti melakukan pengadaan transportasi massal melalui kerjaasama dengan produsen angkutan umum misalnya.

“Jadi ada semacam langganan untum antar jemput siswa ke sekolah,” pungkasnya. (pit/ind).

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda