dok. Redaksi Kabag Humas, Nur Widyanto

MALANGTODAY.NET – Perubahan iklim atau yang biasa disebut musim pancaroba mengakibatkan beberapa kota di Indonesia rawan bencana.

Apalagi beberapa waktu lalu, Kabupaten Malang bagian Selatan juga diterjang bencana banjir.  Dikota Malang sendiri,  ada beberapa titik lokasi yang mengalami banjir.

Tapi bukan hanya banjir  dampak dari perubahan iklim ini yakni banyaknya warga yang sakit.

Untuk mengurangi jumlah korban yang terdampak perubahan iklim, Pemerintah Kota Malang menghimbau untuk lebih menjaga kebersihan.

“Perubahan musim memang merupakan hal yang setiap tahun terjadi di Indonesia, oleh sebab itu kamu menghimbau kepada warga Kota Malang untuk lebig peduli lagi, khususnya mengenai kebersihan,” ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, Kamis (13/10).

Dengan menjaga kebersihan, lanjut pria yang akrab disapa Wid tersebut, akan mengurangi penyakit sehingga warga Kota Malang tetap bisa beraktifitas seperti biasanya tanpa mengeluh sakit.

“Ada baiknya terus dihidupkan bersih lingkungan dari sisi rawan penyakit, bisa dimulai dari keluarga masing-masing,” lanjutnya.

Khususnya daerah sekitar bantaran sungai Brantas yang dekat dengan aliran sungai merupakan kawasan rawan banjir dan penyakit. Sehingga untuk warga dikawasan itu, harus lebih menjaga kebersihan, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Daerah bantaran sungai itu rawan, jadi jangan sampai membuang sampah disungai,  karena itu salah satu faktor utama adanya banjir, ” tutup Wid.