MALANGTODAY.NET – Sebagai pusat publik, alun-alun kota memang selalu menjadi jujukan masyarakat. Namun sayangnya, tidak sedikit laporan yang menyebutkan bahwa beberapa titik selalu disalahgunakan oleh muda-mudi, terutama di malam hari. Menaggapi itu, pemerintah kota melui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang melakukan pembenahan dalam bidang penerangan. Sementara dana yanh digelontorkan dalam PAK berkisar Rp 150 juta.

Kepala DKP Kota Malang, Erik S. Santoso mengatakan, ada 30 titik khusus di alun-alun yang mendapat penambahan lampu atau penerangan. Khususnya di area tempat duduk, sehingga diharapkan dapat memininalisir penyalahgunaan yang selama ini sering dilaporkan.

“Karena Malang sebagai kota pendidikan, maka mayoritas yang beraktivitas berasal dari usia produktif dan memang sedang bergejolak ya,” katanya.

Erik menyebutkan, nilai Rp 150 juta yanh digelontorkan tersebut juga diperuntukkan kepentingan estetika, dan perawatan secara terstruktur. Masing-masing titik lampu memiliki kekuatan daya 20 watt dengan memanfaatkan teknologi LHE (lampu hemat energi).

Tak hanya itu, lanjutnya, DKP juga masih terus mengkaji teknologi terbaik yang dapat digunakan. Karena jika berkaca pada sebelumnya, pihaknya memanfaaykan Solar Sek, yang ternyata tidak mampu bertahan sampai 12 jam. Padahal targetnya, lampu dapat menyala sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan subuh.

Namun realitanya, lanjut Erik, penerangan tersebut akan mati di tengah malam. Apalagi di musim penghujan, yang tidak jarang dapat mengjasilkan energi matahari yang sesuai dengan harapan.

“Jadi kami juga sedang mengkaji, mana yang nantinya bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya.

Berikan tanggapan Anda