MALANGTODAY.NET – Dalam rangka pelaksanaan program gerakan pengurangan resiko bencana tahun 2016, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sungai Kepada Aparatur dan Masyarakat di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen, Kamis 6/10).

Sebanyak 100 peserta hadir dalam kegiatan sosialisasi ini yang terdiri dari SKPD terkait, lembaga usaha, komunitas sungai dan aparatur desa.

Menurut laporan yang disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Joni Samsul Hadi, SH, M. Si, Sosialisasi Pengelolaan Sungai ini diselenggarakan selama dua hari sampai dengan besok, Jumat (07/10).

Joni mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan menyebarluaskan pentingnya pengelolaan sungai dan sepadan sungai serta menumbuhkan komitmen dari aparatur dan relawan agar mendukung upaya pengelolaan sungai di daerahnya.

“Harapan dari kegiatan ini agar nantinya dapat tersosialisasi pengelolaan sungai dan sepadan sungai yang baik kepada aparatur dan masyarakat, serta mendukung upaya komitmen dari aparatur dan masyarakat agar berupaya mengelola sungai di daerahnya,” jelas Joni.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Drs. Ek. Hafi Lutfi, MMi saat membuka Sosialisasi Pengelolaan Sungai, mengatakan dengan kecenderungan semakin banyak kejadian bencana hydrometeorology di Kabupaten Malang, menjadikan tantangan bersama untuk mengurangi bencana dan potensi kerugian ekonomi akibat bencana tersebut.

“Harapan kami melalui teman-teman yang hadir dalam sosialisasi ini dapat meneruskan ilmu maupun materi yang disampaikan dan kita semua paham apa itu fungsi dan manfaat pengelolaan sungai dan sepadan sungai sehingga mampu mensejahterakan masyarakat menuju Kabupaten Malang yang berkelanjutan dan sejahtera,” tuturnya.

Dari data  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2014, dewasa ini air sungai terutama wilayah perkotaan, pemukiman dan industri sudah sangat tercemar. Dan di tahun 2016 saat ini tidak menutup kemungkinan pencemaran sungai bertambah besar. Sungai yang dahulu menjadi pusat peradaban sekarang menjadi sasaran tempat sampah.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi maksud dan tujuan diadakan sosialisasi ini bisa membuat pengelolaan sungai yang ada di Kabupaten Malang ini menjadi fokus kita bersama dan semua pihak baik itu dari SKPD, masyarakat, lembaga bantuan bencana dan juga dari dunia usaha,” ujarnya.

“Dengan sosialisasi ini harapan kami aplikasinya pada tanggal 25 Oktober 2016 nanti, kami bersama-sama 1000 relawan se-Kabupaten Malang dan se-Malang Raya merencanakan kerja bakti massal yang bertema ‘Sekolah Kali, yang pada dasarnya adalah bersih-bersih kali,” harap Lutfi. (rif/hum)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda