MALANGTODAY.NET – Program peralihan KTP lama atau yang biasa disebut KTP SIAK, Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, dengan e-KTP sepertinya tidak dibarengi dengan persiapan yang matang.

Salah satu yang banyak dikeluhkan warga adalah ribetnya pegurusan dan lamanya proses pembuatan KTP .

Salah satu keluhan akan lambatnya proses diungkapkan oleh Abdullah Sam, warga Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang.  Ia menuturkan sudah hampir putus asa menunggu e-KTP yang diurusnya sejak bulan Juni yang sampai saat ini belum ada kejelasan kapan kartu identitasnya bisa diambil.

Kepada Malangtoday.net, Sam menuturkan bahwa semua persyaratan dan proses sudah ia lakukan. Dan ia juga mengurus sendiri ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil)  Kabupaten Malang di Jalan Panji, Kepanjen.

“Hal seperti ini tidak saya alami sendirian Mas, ada banyak lagi yang mengalami hal serupa. Saya kasihan bagaimana dengan warga yang rumahnya jauh, dari Ngantang misalnya, tentu akan sangat merepotkan,apalagi dalam sekali kunjungan biasanya membutuhkan waktu antri hingga 3 jam,” ujarnya, Rabu (12/10).

Ia menambahakan selama proses pengurusan e-KTP, ia sudah bolak-balik Sumber Pucung –Kepanjen sebanyak lima kali. Dan belum mendapat hasil yang pasti. Setiap ditanyakan ke Dispendukcapil selalu mendapat jawaban yang berbeda.

“Pada awalnya saya dijanjikan akan selesai selama 1 bulan, kemudian pas 2 bulan saya tanyakan dijanjikan lagi selama 5 hari, setelah ditanyakan lagi dijanjikan lagi selama 2 bulan. Sampai sekarang juga belum ada kejelasan,” keluah pria yang dikenal juga sebagai pendiri Pesantren Rakyat Sumber Pucung.

Padahal sesuai dengan edaran Mendagri, warga yang tidak memiliki e-KTP akan banyak menemui kesulitan dalam pengurusan administrasinya. Mulai dari tidak bisa menikah di KUA, tidak dapat memilih dalam proses Pilkada, tidak bisa membuat rekening Bank, hingga tidak bisa membeli kendaraan bermotor.

Sampai berita ini ditulis, konfirmasi ke Pihak Dispendukcapil Kabupaten Malang yang dilakukan Malangtoday.net belum juga mendapat respon. (ind)

Berikan tanggapan Anda