Warek 1 UIN Merasa Difitnah, Rektor UIN Ingin Selesai Secara Norma Islami
Rektor UIN Maliki Prof Abdul Haris@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Wakil Rektor 1 UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Dr M Zainuddin, merasa difitnah dengan banyaknya pemberitaan terkait dirinya melakukan plagiarisme buku karya Prof Imam Suprayogo. Menyikapi hal ini, Rektor UIN Maliki Prof Abdul Haris ingin permasalahan ini bisa diselesaikan berdasarkan Norma Islami. Bahkan pihaknya juga sudah menginisisi pertemuan kedua belah pihak untuk datang ke rektorat.

“Kalau ada hal-hal yang dianggap salah, apalagi yang menganggap itu dari anggota Senat, mestinya didiskusikan dilembaga senat universitas. Saya sendiri awalnya tidak tahu. Saya sudah japri ke Prof Imam. Secara umum kalau ada yang janggal dan tidak benar mari kita selesaikan di kampus,” kata Prof Haris, beberapa saat lalu.

Baca Juga: Terkait Plagiarisme, Wakil Rektor I UIN Maliki Angkat Bicara

Namun sayangnya, lanjut Haris, meski sudah dihubungi, Prof Imam belum merespon hingga saat ini. “Seharusnya ya ketemu, apalagi Pak Imam masih dosen di UIN Maliki,” imbuhnya.

Kalau memang nanti bisa dipertemukan, Haris berharap selesai dengan damai sesuai norma-norma Islami. “Sebagai orang yang  diberi amanah untuk mendidik bangsa ini dengan dasar Islam, kita ini harus menjadi contoh. Karena tanggung jawab bukan hanya di dunia, namun sampai di akhir di hadapan Tuhan. Harapan saya saling menyadari atas keterbasan sebagai manusia,” terangnya.

Sementara itu, WR 1 UIN Maliki Zainuddin sebelumnya menjelaskan bahwa buku Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab yang ditulis itu diterbitkan pertama kali pada 2008 oleh UIN Press saat menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik di Fakultas Tarbiyah.

Dalam buku itu, pada Bab V ia memasukkan tulisan Prof Imam Suprayogo dari makalah yang ditulis dari naskah yang diedit dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang terbit pada 2004.

Pada Bab V itu, diberi judul Pendidikan Terpadu Mazhab UIN Malang dengan catatan kaki bertuliskan: “Naskah pada bab ini diadaptasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ditulis oleh Prof Imam Suprayogo Rektor UIN Malang“. “Karena adaptasi, tentu itu saya maknai sebagai pandangan umum (grand ideas) beliau terkait dengan konsep integrasi ilmu dan ilmu dimaksud,” jelas Zainuddin.

Baca Juga: Terkait Dugaan Plagiarisme di UIN Maliki, Ini Kata Kapolresta Malang

Zainuddin pun mengakui memang tidak ada nama Prof Imam Suprayogo dalam daftar pustaka. Pasalnya, nama Prof Imam sudah dimasukkan ke dalam buku berjudul Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam yang diterbitkan UIN Press pada 2004.

Buku Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam itu sendiri masuk dalam daftar pustaka dari buku berjudul Paradigma Pendidikan Terpadu: Menyiapkan Generasi Ulul Albab. Kemudian pada akhir 2016, mulai muncul pemberitaan mengenai plagiasi. Ia sempat bingung padahal sudah berlangsung lebih dari 8 tahun. Zainuddin langsung melakukan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut kepada Prof Imam. Namun Zainuddin langsung dimarah-marahi, dianggap maling dan segala macam perkataan yang menurutnya tidak pantas didengar.

“Saya akhirnya meminta maaf secara lisan. Kemudian juga secara tertulis, semua itu saya lakukan demi kemaslahatan. Untuk itu, saya menyayangkan adanya laporan polisi terkait hal itu karena seharusnya bisa diselesaikan dalam internal kampus melalui senat universitas,” tutupnya.


Reporter: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...