UB Ungguli UI, Ini 10 Besar Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Versi 4ICU
Universitas Brawijaya Malang @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET Dugaan beroperasinya calo di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang akhirnya terbongkar. Kemarin (15/7) seorang pria yang diduga anggota sindikat calo nasional ditangkap saat beroperasi di Universitas Brawijaya (UB).

Peristiwa penangkapan terduga calo itu berlangsung sekitar pukul 14.45. Saat itu, salah satu satpam UB yang berlibur sedang melintasi pintu UB sisi utara, akses menuju Jalan MT Haryono. Karena sedang libur, satpam tersebut tidak memakai seragam dinas.

Barangkali, terduga calo tersebut menyangka bahwa satpam itu adalah peserta penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri. Sehingga disodori amplop berisi dua lembar kertas.

Satu kertas bertuliskan ”Ada jalur belakang Selma UB 2019 sebelum pengumuman, mau? Dijamin LOLOS!! Pembayaran setelah pengumuman 081292071010”. Sedangkan satu kertas lagi berisikan informasi adanya jatah titipan kursi UB dari jalur belakang.

Sebelumnya, modus operandi calo di sejumlah PTN di Kota Malang sudah lama tercium. Dalam beroperasi, mereka menyebar brosur berisi contact person. Tujuannya untuk memudahkan calon klien untuk berkomunikasi.

Melalui contact person itulah, calo meyakinkan calon kliennya dengan mengklaim punya ”orang dalam”. Termasuk transaksi tarif calo. Untuk kedokteran paling mahal, di atas Rp 450 juta. Sementara saintek non-kedokteran dibanderol Rp 225 juta. Sedangkan jurusan soshum Rp 200 juta.

Karena curiga ada permainan calo, satpam tersebut lantas berkoordinasi dengan Markas Komando (sebutan untuk kantor satpam di UB).

Beberapa satpam yang berada di mako lantas mendatangai tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa terduga calo ke lantai 7 gedung rektorat UB.

Sebelum diserahkan ke Polres Malang Kota, pelaku diinterogasi di gedung Rektorat UB. Pelaku itu mengaku bernama Mahliga Adi Kusuma, 23, mahasiswa asal Lamongan yang kini kos di Wiyung, Surabaya. Kini berstatus mahasiswa semester enam di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Surabaya.

Titik Operasi di Pintu Masuk UB

Lantas, bagaimana modus jaringan calo beroperasi di UB? Ketua Tim Advokasi Hukum UB Dr Prija Djatmika SH MSi yang ikut menginterogasi terduga calo itu menceritakan, total ada sepuluh anggota jaringan calo yang beroperasi di UB.

”Mereka berangkat dari Surabaya berjumlah sepuluh orang. Membawa dua mobil, Rush hitam dan Xenia,” ujar Prija usai menginterogasi pelaku.

Setibanya di UB, mereka menyebar. Dua orang menunggu di mobil, sedangkan delapan personel lainnya bertugas menyebar brosur. ”Otak pelakunya bernama Heri dan istrinya, Killa. Tapi keduanya tidak ikut beroperasi. Masih di Surabaya,” kata dosen ilmu hukum pidana itu.

Dari delapan personel tersebut, masing-masing menyebarkan brosur di pintu masuk dan pintu keluar UB. Di antaranya, dua pintu di sisi selatan, akses menuju Jalan Veteran.

Tiga di pintu utara, akses menuju Jalan Mayjend Panjaitan, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan MT Haryono. Sedangkan satu pintu di sisi barat, akses menuju Jalan Gajayana.

Sasaran mereka adalah orang yang ingin masuk UB lewat jalur mandiri. Sengaja dipilih jalur mandiri karena seleksinya berdasarkan internal masing-masing kampus.

Bidik Jalur Mandiri, Beroperasi Setiap Tahun

Prija menceritakan, dari delapan personel tersebut, masing-masing membawa lima kotak. Masing-masing kotak berisi 100 amplop, sehingga setiap anggota membawa 500 amplop. Setiap amplop berisi dua lembar kertas yang disertai contact person.

”Nomor itu nantinya yang harus dihubungi jika korban mau masuk lewat jalur belakang,” ujarnya saat ditemui di ruang rektorat lantai 7. ”Tadi kami sudah coba (menghubungi) nomor yang di dalam amplop itu. Tapi tidak diangkat,” ucapnya.

Menurut Prija, sindikat calo nasional itu tidak hanya tahun ini beroperasi. Mereka mengaku beroperasi setiap tahun. Sasarannya tidak hanya UB. Tapi sejumlah kampus besar lain di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM).

”Dia (pelaku) mengaku sebelum beraksi di sini (UB, Red), sudah beroperasi di Universitas Pancasila Jakarta. Juga seleksi jalur mandiri,” katanya.

”Tahun lalu (2018) dia juga mengedarkan ke sini. Tapi nggak ketangkap. Nah, tahun ini (2019) baru ketangkap,” ungkapnya.

Pelaku yang dia tangkap tidak membawa identitas. Dari pengakuan pelaku, delapan personel yang beroperasi di UB tersebut merupakan mahasiswa salah satu PTS di Surabaya. ”Masih mahasiswa semester enam.

Masing-masing mendapat upah Rp 300 ribu,” kata Prija. Usai menginterogasi pelaku di lantai 7 gedung Rektorat UB, Prija lantas membawa pelaku ke Markas Polres (Mapolres) Malang Kota.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menyatakan, pihaknya masih mengusut keterlibatan pihak lain.

Dia mengimbau jika masyarakat segera melapor jika ada yang menjadi korban penipuan oleh calo. ”Sebelumnya sudah kami imbau. Jika ada masyarakat yang tahu atau jadi korban, langsung lapor ke kami,” kata dia.

Nuhfil: Ini Mencoreng Lembaga Pendidikan

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS menegaskan, pihaknya akan menindak tegas jika ada oknum pejabat UB yang terlibat percaloan. Sanksinya bisa berupa pemecatan. Sebab, hal itu dinilai mencoreng nama UB.

”Ya langsung pecat,” tandas Nuhfil.

Mantan dekan Fakultas Pertanian UB menambahkan, lembaga pendidikan harus bebas dari praktik tidak terpuji.

Komitmen itu yang mendasarinya untuk tidak menoleransi oknum yang terlibat percaloan. ”Lembaga pendidikan harus jadi contoh yang baik,” terangnya.

Menurut Nuhfil, terduga calo yang ditangkap pihak UB kemarin merupakan sindikat nasional. Karena operasionalnya tak hanya di Kota Malang, tapi juga Jakarta.

Nggak cuma di sini (Malang), ini sindikat. Pernah beroperasi di Jakarta juga,” imbuh guru besar Fakultas Pertanian (FP) UB ini.

Berdasarkan pengakuan oknum tersebut, lanjutnya, mereka beroperasi tidak sendirian. Melainkan dengan beberapa orang yang tersistem dan terorganisasi.

”Awalnya ngaku lima, terus tujuh orang, terus delapan, dan sampai 10 orang,” tandasnya.

Nuhfil juga mengimbau masyarakat tak percaya dengan calo. Sehingga lebih baik masyarakat datang langsung ke kampus jika ingin mencari informasi pendaftaran camaba. ”Jangan percaya (calo), lebih baik datang sendiri ke kampus untuk cari informasi,” ungkapnya. (bdr/im/c1/dan)

Pewarta : M.Badar Risqullah, Imam Nasrodin
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mahmudan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.