Peserta studi banding berfoto bersama@Dok. Tim PKM IBU

MALANGTODAY.NET– Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang sulit untuk bisa sepenuhnya terselesaikan. Masalah pengelolaan sampah juga dirasakan oleh ketua RW 16 Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan ketua takmir masjid Siroojul Muttaqin yang selanjutnya bertindak sebagai mitra pada program pengabdian kepada masyarakat ini.

Kondisi yang terjadi di wilayah RW 16 dan Masjid Siroojul Muttaqin disebabkan karenat tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat relatif masih rendah dalam mengelola sampah dan lingkungan yang gersang serta panas.

Suasana diskusi bersama@Dok. Tim PKM IBU

Berdasarkan kondisi tersebut, maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IKIP Budi Utomo (IBU) bekerja sama dengan Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti melakukan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi di kawasan tersebut dengan melakukan pendampingan pengelolaan lingkungan di RW 16 dan Masjid Siroojul Muttaqin sejak bulan April 2019.

Salah satu kegiatan solutif yang telah dilaksanakan adalah dengan mengajak warga dan pengurus masjid melakukan studi banding ke lingkungan percontohan yaitu RW 03 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang pada tanggal 21 April 2019.

Peserta studibanding memperhatikan materi yang diberikan@Dok. Tim PKM IBU

Tim PKM IBU, yang diketuai oleh Dr. Hj. Susilo Bekti, M.Pd dengan dua orang anggota yaitu Ardian Anjar Pangestuti, S.Pd, M.Pd dan Enis Fitriani, S.Pd, M.Pd, memilih RW 03 Kelurahan Sukun karena wilayah tersebut pernah menerima Pakarti II – Tingkat Nasional Pelaksana Terbaik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tahun 2012 dan Pakarti Utama I – Tingkat Nasional sebagai Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Hasil Toga Kategori Kota tahun 2016 oleh Tim Penggerak PKK Pusat sehingga wilayah tersebut sering menjadi tempat studi banding dari berbagai daerah.

Tanaman obat keluarga

Dalam kegiatan tersebut peserta studi banding terlihat sangat antusias karena dapat meninjau secara langsung cara pengelolaan sampah organik dan anorganik dari pemilahannya yang menggunakan tempat sampah yang berbeda, menampung sampah di rumah sampah, memanfaatkan kembali sampah oleh masyarakat (menjadi pot, hiasan, dll), untuk sampah organik, sampah yang telah terkumpul dimasukkan ke tong komposter agar bisa menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman terutama tanaman obat keluarga (TOGA).

Setelah itu peserta studi banding mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan budidaya TOGA oleh narasumber seorang pakar lingkungan sekaligus Ketua RW 03 Kelurahan Sukun, yakni Bapak Muhammad Djainul Arifin.

Peserta studibanding memperhatikan materi yang diberikan@Dok. Tim PKM IBU

Dalam sosialisasi tersebut narasumber menyampaikan secara jenis-jenis sampah dan bagaimana memilahnya, bagaimana cara menggerakkan warga agar mau berpartisipasi mengelola sampah dan menanam TOGA, serta pengkomposan dari bagian-bagian dan cara penggunaan tong komposter, jenis sampah apa yang bisa dimasukkan, sampai pengelolaan kompos yang sudah jadi.

Diharapkan dengan telah terlaksananya studi banding dan sosialisasi ini warga RW 16 dan pengurus Masjid Siroojul Muttaqin dapat termotivasi untuk menjadikan lingkungan mereka lebih bersih dan hijau.

Penulis: Tim PKM IBU
Editor : MalangTODAY.net

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.