Foto Bersama Perwakilan Negara Asean @sem
Foto Bersama Perwakilan Negara Asean @sem

MALANGTODAY.NET – Timbalan Ketuanya Pengarah Kesehatan Malaysia (Wakil Direktur Jenderal Kesehatan), Datuk DR. Shahnaz Murad mengatakan Program Remaja Aktif, Sehat, Pintar dan Kreatif (ASIK) yang diterapkan oleh SMA 1 Singosari (SMANESI) bekerjasama dengan Organisasi Kementrian Pendidikan di Asia Tenggara Regional Centre di Bidang Pangan dan Gizi (SEAMEO RECFON) sangat cocok untuk negaranya.

“Saya memandang bahwa program ini cocok, Negara Malaysia juga akan menerapkan program seperti ini. Ini efektif menurut saya,” kata Datuk DR. Shahnaz Murad kepada MalangTODAY.net dengan aksen Melayu saat helatannya bersama rombongan SEAMEO RECFON di SMANESI, Selasa (26/9).

Program Remaja ASIK sendiri merupakan program pengajaran pola gizi seimbang yang dilakukan oleh pihak sekolah kepada murid melalui kegiatan-kegiatan hidup sehat seperti berkebun (school garden), edukasi gizi seimbang, serta aktifitas lain yang mampu mendukung gizi seimbang anak.

BACA JUGA: Tingkatkan Pola Gizi Seimbang, SEAMEO RECFON Gelar Nutrition Go to School

“Kalau di Malaysia banyak siswa-siswanya yang berbadan besar, itu potensi penyakit. Remaja ASIK bisa jadi solusi, jadi kita akan lakukan kongsi (kerjasama) dengan sekolah untuk buat program ini di semua sekolah,” katanya lagi.

Kepada siswa, Datuk Shahnaz berpesan agar pola gizi seimbang jangan hanya diterapkan di sekolah saja melainkan di rumah dan di manapun mereka berada, pola gizi seimbang harus tetap dijaga.

“Saya menilai gizi seimbang itu sangat penting bagi kehidupan kita, sehingga mereka (anak) sepatutnya terapkan dimana saja,” katanya berpesan.

Selain Malaysia, program Remaja ASIK dipandang Thailand sangat efektif untuk dilakukan. Adalah Dr. Napaphan Viriyautsahakul, Director of Buereau of Nutrition Thailand mengungkapkan bahwa kebanyakan program Remaja ASIK khusunya School Garden, tentunya akan memberikan pandangan terhadap siswa tentang jenis sayuran sehingga menumbuhkan kecintaan pada sayuran.

“Siswa di Thailand itu tidak suka makan sayur, tapi mungkin school garden ini bisa membantu menumbuhkan kecintaan mereka pada sayuran sehingga akhirnya mereka bisa makan sayur,” kata Napaphan.

Selain itu, dengan diadakannya school garden dapat memberikan pendidikan pertanian sejak dini kepada siswa. “Saya katakan ini bisa menjadi penyuluhan pertanian kepada siswa, dan mereka ke depan yang akan mendorong perekonomian negara dengan bertani,” pungkasnya.(sem/zuk)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.