Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP saat mengisi acara di SMPN 20 Kota Malang @Arbi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP saat mengisi acara di SMPN 20 Kota Malang @Arbi

MALANGTODAY.NET – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP., mengatakan kepada para peserta Ujian Nasional (unas) untuk melaksanakan unas dengan serius. Unas bukan saja digunakan dalam dunia kerja, tetapi juga untuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terutama jika ingin studi ke laur negeri.

“Sebab itu, anak-anak, saya minta untuk tidak main-main dengan unas ini,” ucapnya saat mengisi acar di SMPN 20 Kota Malang, baru-baru ini.

Menurutnya, unas adalah bentuk motivasi intrinsik (dalam diri) anak, bukan ekstrinsik anak. Hal tersebut untuk merangsang anak memiliki kesadaran dalam belajar dan mengenal kemampuan dirinya. Sehingga, khususnya SD dan SMP, (hasil) ujian sekolah tersebut akan digunakan sebagai rekam jejak prestasi akademik anak. Rekam jejak ini nanti berupa dua rapor (e-rapor) yang berisi laporan akademik dan perkembangan kepribadian seperti bakat dan minat.

“Itu penting, untuk menggali motivasi intrinsik. Bukan rangsangan dia ‘bisa apa’ atau ‘dapat apa’. Itu semua akan dimasukan ke dalam rapor yang nanti anak itu mulai dari anak SD sampai SMA/SMK, nanti akan punya rekaman perkembangan akademik termasuk di dalamnya keikutsertaan di ujian nasional,” lanjutnya.

Unas Bentuk Motivasi Intrinsik Siswa

Untuk itu, dengan motivasi intrinsik tersebut mampu mendorong anak dalam mengerjakan unas dengan cara-cara yang jujur untuk memperoleh hasil yang baik. Sebab, pada hakekatnya pendidikan bertujuan menghidupkan dan menumbuhkan motivasi intrinsik peserta didik, bukan menumbuhkan motivasi ekstrinsik.

“Kita tidak menjadikan ujian nasional itu mendorong anak untuk menggunakan segala cara untuk dapat nilai yang baik, terutama cara-cara yang tidak benar. Kemudian juga jangan sampai anak itu secara psikis terganggu misalnya stres dan seterusnya,” ujarnya.

Baginya justru tujuan pendidikan ialah anak dapat menggali potensi dalam dirinya dengan kondisi yang sewajar-wajarnya. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada anak-anak yang mengikuti unas terutama SMP, jangan coba-coba bermain curang, misalnya dengan memotret diam-diam dengan membawa kamera.

“Pasti kita akan beri sanksi berat. Sanksinya sedang kita godok. Sanksinya tidak hanya peserta tes, tetapi pengawasnya atas keteledorannya,” tandasnya. (Arb/Bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.