Tak Tertandingi, PDB Indonesia Nomor 1 se-ASEAN
Andreas Eddy Susetyo, anggota komisi XI DPR RI, (Jazila)

MALANGTODAY.NET – Anggota DPR RI Komisi XI bidang keuangan, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MN menyampikan bahwa pada tahun 2017 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Menembus US$ 1 Triliun, tertinggi di ASEAN dengan mengalahkan negara – negara lainnya.

“Indonesia itu ekonominya merupakan salah satu yang sudah masuk ke dalam terbesar di seluruh ASEAN, dan ini berpotensi bahwa pada tahun 2020 akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di ASEAN” tuturnya ketika menghadiri acara Bank Indonesia (BI) Goes to campus di Universitas Brawijaya (UB) (08/11/2018).

Baca Juga: Lama Vakum, DKM Kembali Siap Wadahi Seniman dan Budayawan

Artinya Indonesia kembali membuktikan sebagai negara besar dan tengah berada dalam langkah untuk menjadi negara maju. Hal itu terlihat dari PDB Indonesia yang telah menembus US$ 1 triliun per tahun.

Bahkan dengan masuknya PDB Indonesia ke angka US$ 1 triliun, menjadikan Indonesia masuk dalam grup trillion dollar club, yaitu negara dengan perekonomian US$ 1 trilun.

Lebih lanjut Andreas menjelaskan bahwa pengguna digital di Indonesia berada pada peringkat tertinggi di dunia. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, jumlah akun yang beredar mencapai 370 juta jiwa. yang artinya setiap orang memiliki lebih dari satu akun.

Untuk lebih meningkatkan potensi tersebut, Direktur Komunikasi BI Arbonas Hutabarat menyasar ke kampus untuk memberikan edukasi publik kepada mahasiswa karena mereka adalah segmen masyarakat yang akan berperan dalam kemajuan bangsa pada untuk periode jangka panjang.

Baca Juga: Kementan Minta Impor Jagung, Menko Ekonomi: Buat Surat, dong!

“kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan lokal berbasis digital, sehingga dapat berkontribusi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional,” katanya.

Untuk melancarkan edukasi publik yang dapat dilakukan melalui media sosial maka pihak BI juga menyelenggarakan kompetisi blog dan video sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat luas.


Reporter : Jazilatul Humda
Editor : Kistin S

Loading...