SMKN 10 Malang Siap Kembangkan KEK di Kawasan Malang Raya
Kepala SMKN 10 Kota Malang, Dwijdo Lelono, S.Pd, MMPD@MalangTODAY/Endra Kurniawan

MALANGTODAY.NET– Direktorat Pembinaan SMK melalui DIPA Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK tahun 2019 memberikan bantuan dana kepada 60 SMK di Indonesia. Dana sebesar Rp150.000.000,00 per SMK tersebut diperuntukkan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerahnya masing-masing.

Di Kota Malang sendiri terdapat dua SMK yang ditunjuk untuk menjalankan program ini, yakni SMKN 10 dan 11 Kota Malang. Selain karena masuk KEK yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, SMK-SMK terpilih juga mengajukan proposal terlebih dahulu kepada Direktorat Pembinaan SMK melalui DIPA Satuan Kerja Direktorat Pembinaan SMK.

“Ini baru pertama kali, dan memang ndak semua SMK mendapat bantuan khusus ini. Cuma di Indonesia dipilih mana yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus,” terang Ketua Bursa Kerja Khusus (BBK), Hidayatul Umroh, S.Pd.

Ditemui disela-sela acara Workshop dan Pengembangan Jejaring Kerjasama Industri dengan SMK di Kawasan Ekonomi Khusus Kota Malang, Kepala SMKN 10 Kota Malang, Dwijdo Lelono, S.Pd, MMPD menyambut baik program ini.

“Ini program pemerintah yang cukup bagus untuk revitalisasi di bidang pembangunan dengan melibatkan SMK. Dan orientasinya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus,” tutur Dwijdo.

Dwijdo melanjutkan, program ini sangat pas dengan kondisi Kota Malang yang menjadikan sektor pariwisata salah satu penggerak utama perekonomian warganya. Disini, siswa khususnya yang ada di jurusan Multimedia dan TKJ diajak bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajarinya selama ini.

“Bagaimana peran SMK bisa mengangkat destinasi di Malang Raya. Terutama destinasi wisata yang belum terpublikasikan, ya harus bisa digarap. Bisa melalui film-film pendek, iklan-iklan yang memiliki nilai yang luar biasa. Dan nantinya harapannya merambah ke sektor lain, seperti pertanian,” lanjutnya.

Dalam menjalankan program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Malang, Dwijdo mengajak semua pihak untuk bahu membahu.  “Kita haru duduk bareng dengan pengambil kebijakan pemerintah, dinas kebudayaan, dan wali kota. Apa yang kita garap sejalan dengan visi pemerintah,” tutup Dwijdo.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.