Sistem Zonasi Juga Kembangkan Dunia Kependidikan Kota Malang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM (Choirul Anwar)

MALANGTODAY.NET – Sepulang dari Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah , MM menjawab kegelisahan masyarakat kota Malang terkait adanya sistem Zonasi yang meningkat hingga 90 persen.

Pasalnya peningkatan persentase zonasi ini memang masih belum bisa disambut baik oleh masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga: Dari Blimbing Sampai Comboran, Inilah Polemik Pasar Tradisional Kota Malang

“Jadi memang hal ini adalah salah satu cara untuk langkah pemerataan dan peningkatan sistem pendidikan di Kota Malang,” papar Zubaidah sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya hal ini, maka sekolah juga akan semakin berlomba untuk mendidik siswa yang berada di kawasan sekolah tersebut.

Lebih lanjut, Zubaidah mengungkapkan bahwa sejatinya karater guru bisa lebih terlihat dengan penerapan sistem Zonasi tersebut yakni “di Gugu lan di Tiru”.

Sehingga sekolah yang selama ini sudah terbiasa dengan murid notabene berkarakter sama maka akan mengevaluasi sistem kinerja saat menghadapi murid yang berkarakter berbeda.

“Contohnya seperti SMP 22 dan 27 saat ini sudah mulai dilihat oleh masyarakat setelah adanya sistem zonasi,” imbuh Zubaidah.

Ia melanjutkan sehingga tidak hanya SMP 3 yang dipandang sebagai sekolah unggulan di Kota Malang.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2018, 12 Klub Ini Rilis Jersey Baru nan Unik!

Selain itu, Zubaidah juga memberikan fasilitas bagi peserta didik terkait dengan adanya sistem Zonasi yakni bus sekolah.

“Dengan ini maka siswa di kota Malang tidak perlu takut dengan jarak dan bisa mengandalkan Bus Sekolah yang disediakan,” tandasnya.

Loading...