Seperti Inikah Potret Ujian Nasional 2017 di Daerah 3T?
Siti Nur Kholifah bersama guru-guru di SMPN 6 Macang Pacar (Kholifah for MalangTODAY.net)‪

MALANGTODAY.NET – Sebuah kabar datang dari salah satu peserta Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) terkait persiapan menjelang Ujian Nasional 2017.

Siti Nur Kholifah adalah peserta Program SM3T angkatan VI yang ditempatkan di SMPN 6 Macang Pacar, Desa Doro, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat-NTT.

Kepada MalangTODAY.net, Kholifah menyampaikan bahwasanya, “di daerah 3T, persiapan untuk Ujian Nasional hampir sama kayak daerah-daerah lain, hanya saja di daerah 3T tidak menggunakan komputer, masih menggunakan LJK biasa.”

Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang itu pun mengemukakan bahwa, pihak SMPN 6 Macang Pacar (tempatnya mengabdi) juga telah mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional 2017 dengan baik, kendati harus berpuas hati dengan segala keterbatasan yang ada.

“Di sekolah tempat pengabdian, untuk persiapannya sih sudah dimulai dengan mengadakan
try-out, mengadakan bimbel sore. Secara mental pun sudah baik. Mereka sudah mempersiapkan semuanya. Kalau masalah belajar, menurut pemantauannya saya, setiap malam mereka belajar bersama di salah satu rumah siswa. Jadi mereka belajar kelompok gitu untuk membahas soal-soal ujian nasional tahun lalu, yang diberikan dari sekolah.”

Suasanan kelas di SMPN 6 Macang Pacar (Kholifah for MalangTODAY.net)‬

Ketika disinggung terkait bagaimana tanggapan para peserta didik yang akan menyelenggarakan Ujian Nasional secara konvensional, sementara di sekolah lainnya sudah menerapkan UN berbasis komputer, berikut pernyataan guru Bahasa Indonesia tersebut.

‪”Kalau saya lihat, mereka tidak ada rasa minder atau bagaimana sih. Soalnya, kamI semua menyadari daerah kami belum ada listrik, terus kemampuan untuk komputernya bisa dibilang sangat kurang. Di sekolah memang ada pelajaran TIK tetapi untuk praktiknya masih belum bisa maksimal, karena hanya ada 2 laptop, yang satunya milik sekolah dan satunya lagi milik guru pelajaran.”‬

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here