UNISMA@unismaacid

MALANGTODAY.NET– Beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) menambah kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Salah satu penyebabnya, relatif banyak pendaftar yang gagal diterima masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Seperti yang dilakukan Universitas Islam Malang (Unisma). Kampus yang berada di Jl Mayjend Haryono Gang 10 No 193, Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini menambah 250 kursi mahasiswa baru (maba) tahun ini. Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Bakri MSi menyampaikan, kuota maba Unisma tahun ini mencapai 4.000 kursi.

Sedangkan pada tahun lalu kuotanya mencapai 3.750 kursi. Praktis, ada penambahan 250 kursi pada ajaran baru tahun ini. ”Pertimbangannya (menambah kuota maba, Red), ya karena rasio dosen, mahasiswa, dan sarana prasarananya mencukupi,” kata Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Bakri MSi, saat dikonfirmasi, kemarin.

Seperti diketahui, berbagai jalur masuk PTN sudah dilakukan kampus negeri Kota Malang. Termasuk jalur mandiri. Dari berbagai jalur seleksi ini, ada puluhan ribu peserta yang tak diterima.

Karena jumlah kursi yang disediakan bisa sampai sepuluh kali lipat jumlah pendaftar. Praktis, relatif banyak peserta yang gagal masuk PTN beralih ke PTS untuk melanjutkan studinya.

Maskuri menambahkan, jumlah dosen di kampusnya tiap tahun mengalami peningkatan. Di mana hingga kemarin jumlahnya mencapai 250 orang. ”Saat ini jumlah dosen kami sampai 250 orang,” tambah pria asal Tuban ini.

Peminat selalu meningkat

Tak hanya itu, masih kata dia, jumlah pendaftar tes masuk Unisma tiap tahun juga naik. Tahun lalu jumlah peminatnya mencapai 7.500 orang. Sedangkan kuotanya yang diterima tahun lalu hanya 3.750 orang. ”Jumlah peminat tahun ini meningkat 35 persen. Ini artinya Unisma makin dipercaya masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga bakal membangun laboratorium central lima lantai dan Green House di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Selain itu, juga bakal mengembangkan perpustakaan dan penambahan rumah susun mahasiswa (rusunawa) di belakang Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, serta ada tiga rusunawa di kawasan kampus Unisma. ”Rusunawa IV sedang dibangun dengan daya tampung 400 mahasiswa,” ungkap pria yang juga menjadi dosen Unisma ini.

Hal senada juga dilakukan Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang. Rektor Unidha Prof Dr H Suko Wiyono SH MH menyampaikan, di tempatnya juga ada kenaikan kuota maba tahun ini. Di mana dari 1.500 kursi, naik menjadi 1.750 kursi maba. ”Naiknya 250 kursi tahun ini,” tambah guru besar hukum ini.

Menurut dia, kenaikan kursi maba tersebut terjadi di beberapa program studi (prodi) beberapa fakultas. Seperti prodi di fakultas ekonomi, fakultas psikologi, dan fakultas hukum. ”Rata-rata semua prodi mengalami kenaikan,” terangnya.

Tak hanya itu, selaku ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Timur, dia menyatakan bahwa kenaikan kuota tersebut ada pengaruh dari seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) yang ketat. Karena banyak yang tak diterima di PTN. ”Kalau melihat seleksinya (persaingan ketat), wajar banyak yang gugur,” ungkap dia.

Hanya saja, dia melanjutkan, kenaikan jumlah kuota tersebut tak dilakukan semua PTS. Lantaran juga ada PTS yang mengeluh ke Aptisi karena kampus negeri menerima maba dengan jumlah relatif besar tahun ini. ”PTS kecil agak kesusahan menjaring maba,” ujarnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.