Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas UB Sepi Peminat
Ilustrasi mahasiswa difabel@Nafi/lpmperspektif.com

MALANGTODAY.NET – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kota Malang memberikan perhatian khusus bagi penyandang disabilitas dalam seleksi jalur mandiri. Seperti yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB).

Kampus yang dipimpin Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS ini menggelar Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD), kemarin.

Total ada 37 peserta yang mengikuti SMPD tersebut. Rinciannya, sebanyak 15 orang tuli, 10 orang disabilitas daksa, 3 orang tuna netra, dan 9 orang disabilitas mental.

Ketua Pelaksana SMPD UB Alies Poetri Lintang Sari menyampaikan, jumlah peserta tersebut menurun dibandingkan tahun 2018.

Di mana pada tahun lalu jumlah pendaftar SMPD mencapai 76 orang atau turun 48 persen. ”Padahal tahun-tahun sebelumnya (dari tahun 2012) selalu meningkat pesertanya,” kata Alies Poetri Lintang Sari, di kantornya kemarin.

Seperti diketahui, sebelumnya UB menggelar tes jalur mandiri untuk peserta umum. Di mana jumlah peserta jalur ini mencapai 13.073 orang.

Rinciannya, peserta saintek sebanyak 7.371 orang, soshum 5.416 orang, dan campuran 286 orang. Sedangkan, kuota jalur mandiri ditetapkan sebanyak 3.395 kursi yang terbagi dalam 75 prodi.

Alies menambahkan, hal ini terjadi karena perkembangan tes sudah mulai menggunakan sistem komputer atau software. Sehingga, hal itu mempermudah sebagian peserta disabilitas untuk mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) daripada seleksi jalur mandiri.

”Tapi ini tak berlaku untuk disabilitas tuli. Mereka tetap harus mendapatkan pendampingan dengan bahasa isyarat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, peserta ini juga mendapatkan toleransi waktu tambahan ujian 30 menit dari 90 menit. Tambahan waktu ini berlaku pada tunanetra, disabilitas mental, dan tuli. ”Apabila selesai tepat waktu ya tidak masalah,” terang dia.

Ujian SMPD

Sedangkan pada SMPD kemarin, masih kata dia, juga dilakukan ujian kemampuan akademik di bidang bahasa Indonesia, matematika logika, dan pengetahuan umum.

Selain itu, mereka juga dites kesiapan kuliah dan psikotes. ”Total kuota SMPD tahun ini ada 20 kursi,” tandasnya.

Hal berbeda terjadi di seleksi mandiri Universitas Negeri Malang (UM) yang dilakukan kemarin. Karena antara camaba umum dan difabel dijadikan satu waktu. Perlu diketahui, jumlah pendaftar jalur mandiri UM kemarin mencapai 2.282 orang dan kuota yang diperebutkan hanya 1.949 kursi.

”Kalau pendaftar difabel ada 4 peserta. Kami juga adakan pendampingan khusus peserta difabel,” ungkap Ketua Seleksi Mandiri UM Adi Atmoko.

Menurut dia, UM tidak memberitakan jatah sendiri penerimaan khusus difabel. Namun, asalkan peserta lulus tes, maka akan diterima semua.

”Konsep kami adalah education for all, asal mereka lulus tes potensi akademik (TPA) dan seleksi khusus dari jurusan, mereka diterima,” terangnya.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.