Dongkrak Semangat Dosen, UB Berikan Reward Hingga 25 Juta Rupiah, Baru Saja Terpilih, Ini Langkah yang Bakal Diambil Rektor Baru UB
Rektor Universitas Brawijaya (UB) , Prof Dr Nuhfil Hanani@MalangTODAY

MALANGTODAY.NET– Mungkin ini jadi masalah serius yang dihadapi semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Bahkan, semua kampus harus bekerja keras untuk mencari solusi.

Karena hal ini bisa mengancam penilaian akreditasi fakultas dan kampus. Masalah itu adalah relatif tingginya jumlah mahasiswa yang tidak lulus hingga batas waktu normal.

Seperti yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB). Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS nenyampaikan, tingginya jumlah mahasiswa yang mengalami masalah waktu kelulusan dan tugas akhir membuat kampus menyusun strategi baru. Yaitu dengan mewajibkan semua fakultas mengikutkan dosen pembimbing akademik (PA) untuk pelatihan konseling.

Perlu diketahui, UB memiliki 16 fakultas dan jumlah dosen PA mencapai ratusan orang. ”Semua dosen PA nanti harus ikut pembimbingan konseling. Tujuannya agar bisa maksimal membimbing mahasiswa semester akhir,” kata Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, usai menghadiri pelatihan konseling dosen PA di Hotel Swiss-Belinn Malang kemarin.

Menurut dia, kondisi ini bakal mempengaruhi nilai akreditasi fakultas dan universitas. Sehingga, pihaknya harus mencarikan solusi. ”Ini efeknya ke akreditasi kampusnya,” tandas mantan dekan Fakultas Pertanian UB ini.

Banyak Mahasiswa DO

Dia mencontohkan, tahun lalu di satu fakultas ada 100 mahasiswa yang masa kelulusannya melewati batas. Bahkan, sebanyak 18 di antaranya terancam drop out (DO). Praktis, jika di UB ada 16 fakultas, maka bisa jadi ada 1.600 mahasiswa yang mengalami kondisi ini.

”Awal saya jadi rektor, ada fakultas yang menerima sedikit mahasiswa. Tapi ada 18 mahasiswa yang terancam drop out (DO). Bagaimana dengan fakultas lain yang kuotanya di atas itu?” terangnya.

Lebih lanjut, masalah utama yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurang tegasnya kedudukan antara pembimbing konseling dengan dosen PA. Sehingga, pihaknya menginstruksikan semua PA di 16 fakultas harus mengikuti pelatihan konseling tersebut.

”UB ini sudah siap menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Rankingnya diminta masuk 500 besar dunia. Indikatornya bagaimana BK dan dosen PA,” ungkap guru besar Fakultas Pertanian UB ini.

Dia menambahkan, sebagian besar dosen PA UB belum memiliki jiwa konselor. Sehingga, pihaknya bakal melakukan pelatihan berkala seperti kemarin tiap tahun. ”Tiap tahun bisa sampai empat kali dosen PA mengikuti pelatihan,” tandas pria asal Ngawi ini.

Sementara itu, Ketua Pusat Bimbingan Konseling (PBK) UB Ari Pratiwi SPsi MPsi menyampaikan, berdasarkan data tahun lalu, ada 140 laporan konseling yang masuk. Sebagian besar laporan ini melalui website kampus. ”Intinya, mereka punya masalah beragam yang berdampak pada akademik,” jelas dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB ini.

Lebih lanjut, pihaknya membagi empat kelompok besar masalah tersebut. Yaitu kelompok permasalahan keluarga, sosial, akademik, dan hal lain.

Sedangkan, hingga kemarin UB masih ada 5 fakultas yang memiliki PBK, yaitu fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP), fakultas ilmu administrasi, fakultas ekonomi, fakultas ilmu komputer (filkom), dan fakultas teknik. ”Ke depan, semua fakultas harus ada PBK,” imbuhnya.

Terpisah, Kasubbag Hubungan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) Ifa Nursanti SAP menyampaikan, bimbingan konseling di kampusnya terpusat. Yaitu di Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3). ”Di tempat kami terpusat,” ungkapnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.