Raih Juara di Tingkat Provinsi, Atlet Takwondo SMAN 9 Terinspirasi Dari Upacara!
Siswa SMAN 9 Malang Raih Juara II tingkat Provinsi @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Satu lagi putra Kota Malang menuai prestasi gemilang. Aldi Daniswara Chava Rajasa, siswa yang kini tengah duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 9 Malang ini meraih Juara II Taekwondo Kejuaraan Provinsi yang diselenggarakan oleh Komite Olah Raga Nasional (KONI) Kota Probolinggo pada 27-30 Juli 2018 kemarin.

Aldi mengaku tertarik di dunia taekwondo sejak dirinya duduk di bangku kelas delapan. Awalnya ia merasa tertarik ketika salah seorang temannya yang memilki prestasi di bidang tersebut dipanggil pada saat upacara bendera.

Baca Juga: Lewat Seni Bela Diri Tarung Derajat, SMANAWA Orbitkan Siswa Berprestasi

“Terus saya kan tertarik tanya, ‘gimana caranya ikut?’ gitu, terus disuruh ikut ekskulnya dulu aja, tapi waktu itu ekskulnya sudah dihapus ‘kan,” ucapnya saat ditemui MalangTODAY pada Kamis (2/8) di SMA Negeri 9 Malang.

Kejuaraan Provinsi di UPN Surabaya tahun 2016 lalu menjadi kejuaraan pertama yang diikutinya. Meski tidak langsung mandapat juara, Aldi tidak menyerah. Ia mengikuti banyak kejuaraan hingga akhirnya ia berhasil mendapat kemenangannya saat ini.

Motivasi utamanya setiap kali mengikuti perlombaan adalah untuk membanggakan kedua orang tuanya. Selain itu, ia juga mengungkapkan piagam penghargaan yang ia peroleh dapat dimanfaatkan untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Tekuni Taekwondo Walau Dihadang Asma
Tekuni Taekwondo Walau Dihadang Asma
Aldi Daniswara Chava Rajasa mengaku idap asma @MalangTODAY

Hal yang mengejutkan, atlet takwondo yang kini berada di kelas under 48 kg junior ini dulunya mengidap penyakit asma. Karena penyakitnya itu pula, Aldi mencoba tidak hanya taekwondo tetapi juga renang dan futsal.

Aldi berlatih taekwondo tiga kali dalam seminggu di UKM Unniversitas Brawijaya. Meski fokus berlatih taekwondo, Aldi tidak lupa menunaikai kewajibannya sebagai seorang belajar. Ia mengaku bisa membagi waktu latihan dan belajarnya.

“Ya kalo malamnya latihan, siangnya nggak main bola, nggak lari-lari,” ujarnya.

Baca Juga: Berprestasi Tingkat Dunia, Ini Harapan Kedua Atlet Wushu Kota Malang

Ia juga berpesan untuk teman-temannya yang ingin memulai prestasi di bidang olah raga untuk terus semangat dan tidak menyerah dengan kekalahan.

“Kalah bukan akhir dari semuanya. Kalah itu masih bisa diperbaiki. Yang penting semangat merubah itu. Karena yang penting bukan kalah-menangnya, yang penting pengalamannya.” pungkasnya.


Reporter : Endra Kurniawan
Penulis : Kistin Septiyani
Editor : Raka Iskandar