Pujian Mendikbud untuk Prof. Masruchin: Sosok Guru yang Gigih
Mendikbud Muhadjir Effendy dalam kata sambutaanya dalam acara 70 tahun Prof. Masruchin Ruba'i di lantai 6 Fakultas Hukum Univertitas Brawijaya @Arbi/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar pidato ilmiah dalam rangka 70 tahun Prof. Masruchin Ruba’i S.H, M.S guru besar hukum pidana. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Mendikbud mengajak agar meneladani hidup dan ajaran guru besar ini.

Bertemakan ‘Etika Profesi Hukum Pengawal Penegakkan Hukum yang Berkeadilan’, Prof. Masruchin Ruba’i menggarisbawahi pentingnya pembicaraan etika dalam ranah hukum. Tujuannya agar hukum memperlakukan manusia sebagai subjek dan dapat menegakkan keadilan.

“Etika merupakan aspek paling esensial dalam membangun dan mempertahankan interaksi dalam masyarakat secara aman, nyaman, bermanfaat dan bermartabat,” ungkap Masruchin dalam pidato ilmiah hari ini, Senin (04/02/2019) di Gedung FH UB.

Lebih jauh, ia menerangkan bahwa begitu esensialnya aspek etika ini secara tegas dan jelas nampak dalam misi utama agama Islam sebagaimana sabda Muhammad Rasulullah demi menciptakan hukum yang berkeadilan.

“Manusia adalah subjek hukum. Maka, hukum itu harus berdasarkan asas berkeadilan. Bukan menegak hukum untuk keisengan lahiriah,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhadjir mengapresiasi dedikasi Prof. Masruchin Ruba’i sebagai sosok guru yang patut diteladani. Sebab, dalam usia yang ke-70 tahun beliau mengabdi sebagai dosen dan lebih dari 19 tahun menjadi guru besar.

“Kita doakan semoga Beliau (Prof Masruchin) dianugerahi umur panjang. Sebab beliau telah mendidik dan mengajarkan generasi muda menjadi lebih baik. Dia adalah sosok guru yang gigih dan antusias untuk mengajarkan hukum yang berkeadilan,” pungkas mendikbud dalam kata sambutannya.

Beliau berharap agar teladan hidup ini dimiliki oleh semua komponen. Sebab, Prof Masruchin adalah pribadi yang mempunyai pandangan yang positivistik sekaligus profetik.

“Saya mengamini kata-kata beliau tadi yang mengajak mahasiswa supaya memanfaatkan niatnya dalam mempelajari hukum untuk amal kebajikan dan keadilan,” tambahnya.

Dari hal tersebut, beliau mengajak supaya ilmu itu harus sampai pada amal kebajikan dan membawa orang pada kesadaran untuk mencintai Tuhan dan firman-Nya. (ARB/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.