Proposal Pusat Karir Perguruan Tinggi Menurun Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi universitas © Lampost

MALANGTODAY.NET – Proposal pengembangan pusat karir yang disetujui Kementerian Riset, Pendidikan dan Teknologi (Kemenristek Dikti) mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Anggaran yang digelontorkan lebih kecil dibanding 2016.

“Tahun ini semua anggaran dari berbagai pihak memang dipangkas, jadi kita juga secara otomatis ada pengurangan,” kata Kasubdi penyelarasan Direktorat Jenderal Pembelajaran Kemenristek Dikti, Nur Lalila, Senin (20/3).

Alokasi dana pengembangan selalu disesuaikan dengan anggaran yang dibuat, dan setiap tahun selalu mengalami perubahan. Tahun ini, ada 196 perguruan tinggi yang didanai. Sementara tahun lalu sebanyak 276 proposal yang dibiayai dari total 481 proposal yang diajukan.

“Tahun 2015 malah hanya ada 34 perguruan tinggi saja yang dibiayai. Sedangkan tahun ini anggaran pengembangan per proposal mencapai Rp 25 juta,” tambahnya.

Sejak tahun 2012, menurutnya masih sedikit perguruan tinggi yang berhasil didanai. Artinya. pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar untuk dapat merangkul semua perguruan tinggi di Indonesia.

“Total di Indonesia ada empat ribu lebih perguruan tinggi, dan masih banyak yang menjadi perhatian kami,” urainya.

Sementara itu, Kepala Pusat Karir Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sumarto menambahkan, program pusat karir yang digelontorkan tersebut memiliki pengaruh cukup besar, dan penting bagi pergurun tinggi. Tetapi itu tergantung dengan masing-masing perguruan tinggi.

“Kalau sebuah perusahaan tinggi tidak memiliki pusat karir itu sangat rugi, tapi tetap harus diopeni (kembangkan),” beber Sumarto.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here