Polinema Usulkan Ada Dirjen Pendidikan Vokasi untuk Revitalisasi Politeknik
Kepala UPT Humas Polinema Ir Heryanto Boediono Soemardi MM@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Menristekdikti RI, M Nasir dinilai perlu memiliki Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi agar program revitalisasi Politeknik di seluruh Indonesia dapat berjalan dengan baik. Penilaian tersebut disampaikan Kepala UPT Humas Politeknik Malang (Polinema), Ir Heryanto Boediono Soemardi MM.

“Program Menristekdikti itu luar biasa dan spektakuler. Tapi menurut saya, harus ada Dirjen Pendidikan Vokasi,” katanya kepada MalangTODAY, beberapa saat lalu.

Baca Juga: Mediasi Unikama Buntu, Ini Harapan Kedua Kubu Selanjutnya

Jika Kemenristek perlu menambah Dirjen Pendidikan Vokasi, lanjut dia, pasti akan direstui oleh Presiden Jokowi dan didukung oleh Komisi X DPR RI. “Kami optimistis akan terealisasi, karena Pak Jokowi memiliki atensi luar biasa terhadap pendidikan vokasi saat berkunjung ke Jerman,” terangnya.

Meski begitu, revitalisasi Politeknik itu juga harus melibatkan kementerian terkait, yakni Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Kementerian Perindustrian. “Kementrian – kementrian ini harus duduk bareng untuk merumuskan regulasi,” tambahnya.

Dengan begitu, revitalisasi akan memiliki impact yang cukup dahsyat karena tidak hanya aspek pendidikan saja yang diperhatikan. “Namun juga melibatkan dunia usaha, dunia industri dan ketenagakerjaan hasilnya bakal spektakuler,” jelasnya.

Baca Juga: Kapolsek Kedungkandang Imbau Masyarakat Terhadap Jambret

Kepala UPT Humas Polinema Ir Heryanto Boediono Soemardi MM@Rahmat Mashudi Prayoga/MalangTODAY

 

Bahkan saat ini, Polinema sudah optimis jika program Menristekdikti itu dapat terealisasi, karena Polinema sudah memiliki kurikulum yang link and macth dan implementatif dengan dunia usaha dan industri.

“Disini materi pembelajarannya 70 persen, praktek 30 persen pengetahuan atau teori sebagaimana dilakukan Swiss dulu pada Polinema. Sehingga outcomenya benar-benar dibutuhkan dan Polinema bisa menjadi pusat pendidikan vokasi profesional dan membanggakan,” tuturnya.

Loading...