Persiapkan Lulusan Berkompetensi IBU Malang Akan Kukuhkan 1.232 Wisudawan
Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko (ketiga dari kanan) saat konferensi pers di Hotel Gajahmada Graha @Arbi/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – IKIP Budi Utomo (IBU) akan mengukuhkan 1.232 wisudawan pada Sabtu, (30/03/2019). Jumlah ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya meskipun tidak terlalu signifikan perbedaannya. Bagi Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, para lulusan ini telah dipersiapkan dengan baik untuk terjun dalam dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Nurcholis dalam konferensi pers di Hotel Gajahmada, Kota Malang. Ia mengungkapkan prosesi wisuda tahun ini diselenggarakan dengan suguhan berbagai hiburan tanpa mengurangi kesakralan dari pengukuhan para lulusan.

“Terkait dengan wisuda kali ini, kita menyelenggarakan wisuda ini mencoba kalau tahun-tahun sebelumnya kita menggunakan wisuda baik itu yang disertai dengan hiburan tetapi juga tidak mengurangi tingkat kesakralan dari pengukuhan para lulusan,” ungkapnya

Namun, lanjutnya kesempatan wisuda kali dikemas dalam bentuk sesuatu yang lebih menarik lagi yaitu mencoba mengkolaborasikan antara model wisuda konvensional dan happiness forum yang bernuansa romantikal. “Karena memang waktu dari penyelenggaraan wisuda ini cukup lama,” ujarnya.

Rektor: IBU Miniatur Indonesia

Lebih dari pada itu, jelasnya aspek penting yang perlu ditekankan ialah bentuk wisuda kali ini mengusung tema keberagaman di Indonesia. Baginya ini dapat dijadikan kekuatan yang bisa dimulai dari upaya-upaya pengembangan di Perguruan Tinggi.

“Sebab persatuan, kebinekaan dan juga keberagaman ini menjadi PR tersendiri bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Lebih jauh Nurcholis menuturkan IBU mencoba untuk memberikan sumbangsih dalam mewadahi kemajemukan di perguruan tinggi. Hal tersebut dilakukan karena dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa Indonesia terdiri dari aneka ragam suku, budaya, agama dan bahasa. Untuk itu, IBU sering memberi sentuhan-sentuhan pada keberagaman itu.

“Karena itu saya sering menyebut IBU sebagai miniatur Indonesia. Karena di IBU banyak sekali sentuhan-sentuhan budaya, sentuhan-sentuhan suku, kemudian berbagai agama dan juga yang lebih penting lagi adalah hampir semua daerah di Indonesia ini juga terdapat di IBU,” jelasnya.

Hal tersebut baginya merupakan upaya mempersiapkan lulusan yang berbobot untuk terjun dalam dunia kerja. Lebih dari ini IBU ingin meningkatkan kualitas para mahasiswa dalam menyongsong revolusi 4.0. Dengan demikian, para lulusan diharapkan untuk mampu bersaing baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional. Tentu, tambahnya kualitas itu terkait bagaimana penyelenggaraan proses belajar-mengajar yang titik utama pada perbaikan metodologi dan peningkatan sumber daya.

“4.0 yang itu adalah paling tidak terkait bagaimana pengembangan IT Itu juga bagian plan dari PT. Jadi dengan begitu maka kondisi-kondisi bukan hanya bersifat lokal tapi juga internasional.

Dan pada tahun ini juga IBU memperingati jumlah 100 lebih mahasiswa asing yang sudah kuliah di IBU. Karena itu, tuturnya di dalam wisuda nanti akan ada tampilan profil mahasiswa asing ini. Untuk itu ia berharap penuh agar di masa mendatang IBU itu lebih mandiri dan akan berlanjut.

“Dalam hal ini adalah bukan hanya faktor internal tetapi juga eksternal yaitu lulusan IBU ini bisa memberikan atau memasuki dunia kerja sesuai dengan kompetensi yang sudah dimiliki,” paparnya. (ARB/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.