Penuhi Kebutuhan Pangan, Pemerintah Canangkan Intensifikasi Lahan
Suasana FGD di Fakultas Pertanian UB @Jazila/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 260 juta jiwa, pembahasan kesuburan tanah sering dilakukan. Sehingga prioritas pembangunan pertanian masih fokus pada upaya peningkatan produksi pangan terutama beras guna memenuhi kecukupan pangan secara nasional.

“Selama ini tidak ada masalah, tapi karena kita masih perlu kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang akan meningkat pada tahun 2050 kita harus menyiapkan lahan lebih banyak untuk pertanian,” ujar salah seorang dosen Fakultas Pertanian UB, Kurniawan Puji Wicaksono.

Baca Juga: Lahan Makin Terbatas, Ini Upaya Kementan Penuhi Kebutuhan Pangan

Dalam Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Brawijaya (UB), Ketua Panitia, Dr Setyono Yudo Tyasmoro menceritakan rencana intensifikasi lahan-lahan eksisting serta ekstensifikasi atau pencetakan areal sawah baru.

“Intensifikasi ditempuh dengan cara meningkatkan intensitas pertanaman (IP) pada lahan sawah eksisting melalui perbaikan infrastruktur irigasi, sehingga lahan yang selama ini ditanami setahun sekali bisa ditingkatkan menjadi dua kali setahun (IP-200) dan lahan sawah yang selama ini ditanami dua kali setahun bisa ditingkatkan menjadi tiga kali setahun (IP – 300),” katanya.

Selain dengan intensifikasi atau peningkatan intensitas pertanaman (IP), kata dia, pemerintah juga gencar melakukan upaya-upaya pencarian lahan baru untuk dicetak menjadi sawah (ekstensifikasi) yang kebanyakan merupakan lahan masam.

Baca Juga: Problematika Lahan Masam di Indonesia, UB Gelar FGD

Potensi lahan kering masam untuk tanaman pangan dengan luas total 22.315.434 Ha dan luas lahan kering masam untuk pengembangan tanaman tahunan 49.873.728 Ha (Litbang Pertanian, 2018).

“Pencetakan sawah baru ini sebagai penjabaran Program Nawacita, dimana pemerintah mencanangkan pencetakan sawah baru seluas 1 juta hektare dalam kurun waktu 5 tahun (2015 2019), selain untuk peningkatan produksi pangan, program ini sekaligus untuk mengimbangi laju alih fungsi lahan yang terus meningkat,” jelasnya.


Reporter: Jazilatul Humda
Editor: Raka Iskandar

Loading...