Osepk Hanya Sekumpulan Drama Nggak Penting, Maba Wajib Baca!
Banyak hal dalam ospek yang sebenarnya nggak kamu percaya sepenuhnya. Harus hati-hati, ganks!

MALANGTODAY.NET – Hore, tahun ajaran baru akan segera tiba! Buat kamu adek-adek mahasiswa baru (maba) tentu bakal jadi pengalaman yang seru. Untuk pertama kalinya dalam hidupmu, sebagian besar akan ‘dipaksa’ meninggalkan rumah demi melakoni studi yang lebih tinggi. Di pundakmu, terpikul cita-cita, harapan, dan doa kedua orang tuamu di rumah.

Di ‘tanah yang dijanjikan’ nanti, kamu akan beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, bahasa baru, budaya baru, dan tentunya kesibukan yang baru. Tak cukup sampai di situ, kamu akan dilatih untuk melakukan yang namanya ‘seni bertahan hidup’ ala mahasiswa di akhir bulan.

Baca Juga: Gak Mutu! Video Ospek Para Maba Dipaksa Gesekkan Kepala ke Kelamin Kawan

Penderitaan juga belum berakhir, di kampus kamu bakal menemukan banyak hal yang nggak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Kalau kamu bayangin kampus adalah tempat ‘terbebas’ di dunia, kamu salah besar. Sebab di balik jam kelas yang bisa diatur sendiri dan pakaian yang bebas ada setumpuk tugas, dosen killer, hingga tanggung jawab organisasi yang nggak bisa kamu kesampingkan begitu saja. Hmm!

Namun cukupkan diri sampai situ dulu. Sebab langkah pertama yang bakal kamu hadapi adalah ospek. Ospek ini adalah acara pengenalan kampus kepada dedek-dedek maba oleh para senior. Untuk mengesankan bahwa kehidupan kampus itu keras, ospek dijadikan ajang kedisiplinan tingkat tinggi yang hampir bisa disamakan dengan wajib militer. Banyak drama berlebihan dalam ospek yang menceritakan tentang perkuliahan yang sebenarnya tidak seberat dan sesengsara itu.

Penasaran apa saja drama yang sering muncul dalam Ospek? Ini dia ulasannya!

Kakak Senior Galak
Kakak Senior Galak
Senior galak adalah bumbu utama dalam ospek @Kaskus

Ibarat makanan, ini adalah nasinya. Senior galak adalah menu wajib dalam ospek. Entah apa esensinya mereka bertingkah galak, namun perlu kalian ketahui bahwa semuanya adalah drama. Jauh di dalam lubuk hatinya, para senior sedang melakukan monitoring wajah-wajah cantik dedek-dedek maba dan bernat untuk melancarkan modus operasinya.

Dress Code Ospek Hanya Untuk Bercandaan
Dress Code Ospek Hanya Untuk Bercandaan
Mereka sebenarnya sedang tertawa terpingkal-pingkal melihat pakaianmu d ospek @Hipwee

Satu hal yang paling mengesalkan adalah penetapan dress code tak wajar dalam ospek. Alasannya? Tentu saja atas nama ‘kedisiplinan’! Namun di balik semua itu, para senior sedang menertawai junior-juniornya itu.

Baca Juga: Akan Ada Pendampingan dalam Ospek Bagi Maba UM Berkebutuhan Khusus

Orasi Petinggi Organisasi Mahasiswa
Orasi Petinggi Organisasi Mahasiswa
Dibalik orasi mereka, ada udang di balik batu @YouTube

Kakak-kakak di BEM, senat, hingga HMJ seringkali koar-koar bahwa pentingnya bagi mahasiswa untuk ikut organisasi. Tujuannya adalah mengasah skill organisasi mereka. Beberapa bahkan menyarankan untuk totalitas dalam organisasi hingga mengklaim ‘organisasi’ sebagai rumahnya. Namun sebenarnya, mereka hanya butuh tambahan tenaga di organisasi mereka yang untuk ‘diberdayakan’.

Nasihat Untuk Berprestasi Para Dosen Petinggi
Nasihat Untuk Berprestasi Para Dosen Petinggi
Orasi dosen juga sebenarnya ada maksud tersendiri @YouTube

Tak cukup sampai situ, para dosen juga turut melontarkan kata-kata manis. Kebanyakan mereka mengampanyekan janji-janji manis untuk memacu agar para mahasiswa baru ini mampu berprestasi setinggi langit. Namun kenyataannya , mereka yang berprestasi hanya dijadikan sapi perah untuk meningkatkan popularitas kampus. Bahkan ketika prestasi itu datang dari kompetisi yang diinisiasi mahasiswanya sendiri, pihak kampus mengklaim bahwa hal itu tak lepas dari usaha mereka. Padahal, izin meninggalkan kuliah demi lomba saja jarang diberikan.

Belum selesai, kebanyakan mahasiswa yang pintar pada akhirnya akan menjadi budak dosen untuk melakukan berbagai riset dengan mengklaim dirinya sebagai pembimbing. Padahal, kerja mereka hanya membuat down mahasiwanya dengan berbagai revisi yang tak masuk akal. Imbasnya, ketika penelitiannya berhasil, mereka meminta mahasiswanya untuk menuliskan nama dosennya. Enak, ya?!


Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar