Nasionalisme Menipis, Pemerintah 'Kembalikan' Pelajaran Pancasila
Wakil MPR RI, Ahmad Basarah (mpr.go.id)

MALANGTODAY.NET – Saat ini rakyat sedang menuai badai ideologis yang berupa aksi aksi penolakan Pancasila oleh sebagian rakyat Indonesia sendiri. Hal tersebut menurut wakil MPR RI Ahmad Basarah merupakan salah satu dampak dihapuskannya mata pelajaran Pancasila dari mata pelajaran pokok di sekolah dan perguruan tinggi.

“Di masa orde baru mata pelajaran Pancasila menjadi kurikulum khusus, namun lewat UU sisdiknas tahun 2004, mata pelajaran Pancasila dihapuskan,” jelasnya.

Baca Juga: Trump Beri Sanksi Terdahsyat Pada Iran, Israel: Terima Kasih

Oleh sebab itu merupakan kewajiban bangsa Indonesia untuk mengembalikan hakikat Pancasila sebagai ideologi yang hidup di masyarakat. Mulai dari meyakini memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dipaparkan oleh Ahmad Basarah ketika menjadi pembicara dalam acara seminar kebangsaan di Universitas Brawijaya (UB) Malang (05/11/2018), saat ini pemerintah kembali memasukkan pelajaran Pancasila ke dalam kurikulum mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.

“Pelajaran Pancasila harus kembali masuk menjadi pelajaran pokok baik itu dari PAUD, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi dan harus menjadi pelajaran pokok,” ujarnya ketika ditemui awak media di gedung Widyaloka UB.

Baca Juga: Hakim Putuskan Pengeroyok Suporter Persija Divonis Bebas

“Untuk pengajaran yang dibantu dengan metode dan muatan yang sesuai dengan anak-anak usia dini, maka juga harus diberikan pelajaran mengenai nilai-nilai agama ideologi Pancasila seperti cinta tanah air dan hormat pada bendera merah putih” tambahnya.

Tidak hanya itu, politisi PDI Perjuangan tersebut meminta kepada seluruh stakeholder bangsa ini termasuk dunia perguruan tinggi untuk sama-sama memberikan solusi agar bagaimana Pancasila benar-benar menjadi ideologi yang kokoh dan kuat sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Reporter : Jazilatul Humda
Editor : Kistin Septiyani

Loading...