Miliki Cita-cita Sederhana, LSP-P2MJ: 'Ingin Mengabdi'
kantor LSP-P2MJ di Jalan Tunggulametung 99, Candirenggo, Singosari Kabupaten Malang (istimewa)

MALANGTODAY.NET – LSP-P2MJ melaksanakan Workshop dan Lokakarya Sistem dan Kompetensi yang diikuti oleh para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Jumat (4/1/2019) kemarin. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengupayakan para asesor lebih mengerti materi uji yang dicanangkan.

Antusiasme peserta yang baik sehingga acara ini diikuti oleh 42 peserta dari Malang dan luar Malang.

Baca Juga  SMK Mutu Hadirkan El-Loco Sebagai Inspirasi Siswa

“Peserta ada 42. Tadinya mau mengadakan se Malang saja, tapi dari luar Malang banyak yang ingin ikut, jadi ya kita tampung. Umumnya kita 24 peserta,” ujar Alwi, Direktur LSP-P2MJ.

Perlu diketahui bahwa LSP-P2MJ adalah lembaga sertifikasi yang memfokuskan pada sekolah SMK di lingkungan pesantren. Sejak berdiri pada tahun 2016 sampai sekarang, sudah menggelar 8 kali diklat dan 5 kali upgrading, termasuk workshop dan lokakarya yang berlangsung kemarin, Jumat (4/1/2019) dan hari ini, Sabtu (5/1/2019).

Saiful Affendie, Ka Dewan Pengawas LSP-P2MJ mengatakan “jejaring kami dikhususkan SMK Pesantren yang kurang dilirik masyarakat atau publik. Mengapa demikian? Karena konotasi pesantren itu, kan, ndak maju. Kami ingin mendorong itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan SMK Perserikatan Kelautan yang ada di Puger yang sudah go-international. Para lulusannya sudah berkompeten dan Puger ini sudah menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri, termasuk Korea.

“Ini satu contoh yang riil,” jelas Saiful.

Untuk itu, dengan adanya workshop dan lokakarya ini diharapkan nantinya para asesor menguasai metodologi menguji sesuai bidangnya masing-masing. Dalam jangka panjang, para asesor per bidang itu, nantinya juga, mampu membuat jaringannya sendiri sesuai bidang untuk membentuk suatu pengesahan materi uji yang absah.

Dalam kurun waktu 2 tahun (atau baca 3 tahun berjalan, sekarang, 2019, red.) LSP-P2MJ ini sudah memiliki 96 jejaring SMK di Jawa Timur dan Kudus. Sehingga dalam waktu tersebut, sudah sekitar 8 ribu sertifikat berlogo garuda emas dikeluarkan.

“Jejaring kami boleh siapapun, ada yang dari PGRI, SMK umum, tapi memang 80% dari SMK Pesantren,” jelas Saiful yang pernah menjadi dosen Unisma ini.

Pamor yang begitu hebat, tentu diimbangi dengan kerja keras para pihak LSP-P2MJ yang tidak henti-hentinya mengembangkan lembaga yang beriringan dengan LP Maarif ini.

“Cita-cita LSP ini sederhana, (pada intinya, red.) ‘ingin mengabdi’,” ujar Saiful.

Untuk itu, LSP-P2MJ sangat membuka bagi siapapun, terutama SMK di lingkungan pesantren untuk membuka jejaring bersama. Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain pertama, memiliki asesor. Hal ini untuk menjalin kerja sama antar-SMK. Kalaupun belum punya, berarti harus mengikuti diklat terlebih dulu, bisa di dinas atau lembaga yang lain.

Baca Juga  Mendikbud Targetkan Pembaruan Kualitas Guru SMK

Kedua, berkaitan dengan Tempat Uji Kompetensi (TUK) atau laboratorium yang layak. Ini juga penting sebagai bentuk komitmen sekolah kalau memang ingin lebih bersaing.

Selebihnya, informasi lengkap bisa datang langsung ke kantor LSP-P2MJ di Jl. Tunggul Ametung 99, Candirenggo, Singosari atau melalui surat elektronik lspmaarifjtm@gmail.com.


Reporter : Basri Masse
Editor : Kistin S

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.